Jakarta, 23 Oktober 2026 – Penyanyi Andien kembali menghadirkan eksplorasi kreatif terbarunya melalui video musik “Naksir”, salah satu lagu
dari album studio kesembilannya, Sehidup Semusik, yang telah dirilis pada Juni 2026. Video musik yang resmi tayang
pada 21 Oktober 2026 melalui kanal YouTube AndienAisyah ini menghadirkan konsep visual yang tidak biasa,
memadukan dunia musik, fashion, dan deretan karakter unik dalam sebuah cerita yang penuh kejutan.
Diciptakan oleh trio musisi Laleilmanino, “Naksir” merupakan lagu yang menangkap perasaan ketika seseorang
mulai tertarik dan jatuh hati. Nuansa yang ringan, menyenangkan, dan playful dalam lagu ini kemudian diterjemahkan
Andien ke dalam pendekatan visual yang segar, jauh dari formula video musik romantis pada umumnya.
Berangkat dari proses brainstorming antara Andien dan Adi Johan, video musik “Naksir” dikemas dalam konsep
casting fiktif untuk mencari sosok yang tepat menjadi muse bagi album Sehidup Semusik. Satu per satu kandidat hadir
membawa karakter dan persona masing-masing, sebelum akhirnya dunia casting tersebut berkembang menjadi
sebuah fashion editorial yang mengeksplorasi ekspresi, gerak, dan keunikan setiap individu.

Bukan MV Romantis Biasa, ‘Naksir’ Karya Andien Tampilkan Estetika Editorial Look & 13 Karakter Unik
Menariknya, video musik ini menghadirkan 13 muse dari berbagai latar belakang dan generasi, di antaranya
Laleilmanino, Ka Kev, Adrian Maulana, Wijaya 80, Amink, Bertrand Antolin, Basboi, Adrian Khalif, Ario Bayu, Ario
Wahab, Roni Parulian, Dion Wiyoko, serta Ippe, suami Andien sendiri.
Setiap muse hadir bukan sekadar sebagai pengisi adegan, melainkan menjadi bagian dari semesta visual yang
dibangun Andien. Keberagaman karakter, kostum, dan ekspresi dalam video ini menciptakan pertemuan antara musik
dan fashion yang terasa dinamis, eksentrik, sekaligus penuh humor. Di balik pendekatannya yang playful, Andien juga
ingin menyampaikan pesan tentang keberagaman karakter, kebebasan berekspresi dalam berkesenian, serta
semangat kolaborasi lintas generasi.
“Buat aku, salah satu hal paling menyenangkan dari berkarya adalah ketika kita bisa bermain dengan imajinasi.
Aku ingin Naksir menjadi ruang untuk merayakan keberagaman karakter dan ekspresi. Ada begitu banyak sosok dari
latar belakang dan generasi yang berbeda, dengan keunikan masing-masing. Tapi justru ketika dipertemukan,
semuanya bisa menciptakan sesuatu yang seru dan harmonis. Menurutku, itu salah satu keindahan dari berkesenian,”
ungkap Andien.

Video musik ini disutradarai oleh Adi Johan, sekaligus menandai debut pertamanya sebagai sutradara. Adi sendiri
bukan sosok baru dalam perjalanan kreatif Andien. Setelah beberapa waktu terlibat sebagai creative director, keduanya
kini kembali berkolaborasi, dengan Andien turut terlibat langsung dalam pengembangan konsep dan proses kreatif
video musik ini.
Bagi Andien, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari semangatnya untuk terus memberikan ruang bagi para
kreator dan talenta di sekitarnya untuk berkembang. Kepercayaan yang diberikan kepada Adi untuk menyutradarai
“Naksir” menjadi salah satu wujud dari semangat tersebut.
“Aku percaya setiap orang punya potensi yang bisa terus berkembang kalau diberikan ruang dan kepercayaan. Aku
dan Adi sudah cukup lama bekerja bersama secara kreatif, dan aku melihat banyak sekali ie menarik yang dia punya.
Jadi rasanya menyenangkan sekali bisa mendukung langkah barunya sebagai sutradara. Aku juga percaya proses
berkarya itu seharusnya menjadi ruang untuk sama-sama bertumbuh, saling belajar, dan mencoba hal-hal baru,” ujar
Andien.

Seni Bikin ‘Naksir’ Versi Andien: Kumpulkan 13 Muse Nyentrik dalam MV Paling Fun Tahun Ini!
Lebih jauh, konsep casting dalam video musik ini juga menjadi bagian dari rangkaian kampanye kreatif yang
dilakukan Andien menjelang perilisan. Melalui berbagai materi teaser di media sosial, Andien mengajak audiens
memasuki semesta “Naksir” dan menebak siapa saja sosok yang akan muncul dalam video musik tersebut.
Melalui “Naksir”, Andien kembali menunjukkan semangat eksplorasinya setelah lebih dari 25 tahun berkarya di
industri musik Indonesia. Video musik ini sekaligus memperluas semesta Sehidup Semusik, sebuah album yang tidak
hanya menawarkan keberagaman musikal, tetapi juga merayakan kolaborasi, individualitas, dan kebebasan untuk
terus bereksperimen dalam berkarya.
Video musik “Naksir” telah dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi AndienAisyah sejak 21 Oktober 2026.
Tetap bereksperimen setelah 25 tahun berkarya, Andien perluas semesta album Sehidup Semusik lewat kolaborasi visual lintas generasi.
Andien merupakan salah satu musisi Indonesia yang dikenal melalui karakter vokal yang khas serta eksplorasi
musikal yang melintasi berbagai genre. Memulai karier pada tahun 2000, Andien telah menapaki perjalanan lebih dari
25 tahun di industri musik Indonesia. Sepanjang perjalanan tersebut, ia terus mengembangkan musikalitasnya melalui
berbagai karya dan kolaborasi lintas genre dan generasi, tanpa meninggalkan identitas artistiknya.
Tahun 2025 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Andien. Ia merayakan 25 tahun berkarya
melalui konser tunggal Suarasmara, sebuah perayaan yang merangkum perjalanan musikal, karakter, dan ekspresi
artistiknya. Pada tahun yang sama, Andien juga menuntaskan peluncuran katalog digitalnya, termasuk perilisan ulang
album Kirana dan #ANDIEN, sebagai bagian dari upaya menghadirkan kembali perjalanan karyanya kepada
pendengar.

Perjalanan musikal Andien berlanjut melalui album studio kesembilannya, Sehidup Semusik, yang dirilis pada Juni
2026. Album ini menjadi ruang bagi Andien untuk terus mengeksplorasi warna musik, merangkul kolaborasi, dan
memperluas cara berkomunikasi dengan pendengar dari berbagai generasi.
Di luar dunia musik, Andien juga dikenal aktif menggunakan platform media sosialnya untuk mengangkat berbagai
isu yang dekat dengan kesehariannya. Mulai dari gaya personal dan wastra Nusantara, gaya hidup sehat, hingga
kesehatan mental dan keberlanjutan sosial serta lingkungan, Andien memanfaatkan ruang yang dimilikinya untuk
mendorong percakapan yang bermakna dan meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu tersebut.