Film Foufo Mengangkat Kisah Pemuda Madura

Bayu Skak Angkat Kisah Pemuda Madura yang Keluarganya Kedatangan Alien di Film Foufo

Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop

Jakarta, 25 Juni 2026 – Setelah sukses dengan deretan judul film komedi yang
menggunakan bahasa Jawa, Bayu Skak kembali bereksplorasi dengan kesegaran
terbarunya lewat film komedi sci-fi dengan bumbu drama keluarga berjudul Foufo.
Film Foufo mengangkat tentang kisah pemuda Madura, yang keluarganya
kedatangan alien.

Baca Juga | Film Arwah Legong Paling Mencekam

Kesegaran yang dibawa Bayu di film Foufo adalah kali ini Bayu kembali
menggunakan bahasa daerah, yakni bahasa Madura, dan ini pertama kalinya
dilakukan. Tak hanya itu, latar karakter dari keluarga Madura secara otentik juga
pertama kali dilakukan untuk film nasional.

Foufo Mengangkat Kisah Unik Dan Kocak

Foufo mengangkat kisah unik dan kocak tentang pemuda Madura bernama Muslim
(diperankan oleh Tretan Muslim), yang kehidupannya mendadak heboh karena
keluarganya kedatangan sesosok alien. Karena berlatar keluarga Madura, di film ini
penggunaan bahasa Madura dan aktor-aktornya hampir 70% adalah asli dan
berdarah Madura.

Poster Film Foufo
Poster Film Foufo

Demi menjaga keaslian bahasa dan dialek, Bayu Skak bersama rumah produksi Skak
Studios dan Sinemart enggan mengambil jalan pintas dengan menggunakan aktor
ibu kota yang hanya berlatih bahasa Madura.

Madura Dengan Ragam Dialeknya

“Kami melakukan casting besar-besaran di Surabaya Utara, tepatnya di Kaza Mall,
karena memang dekat dan banyak masyarakat Madura yang tinggal di sana
(Surabaya Utara). Yang datang mencapai 2.500 orang dari berbagai sub-etnis
Madura dengan ragam dialeknya,” ujar Bayu Skak.

 

Bintang Muda Ina Pogang

Dari proses panjang tersebut, Bayu berhasil menemukan bakat-bakat baru yang akan
menyegarkan layar bioskop, seperti bintang muda Ina Pogang hingga aktor senior
Siti Kam, yang untuk pertama kalinya debut akting dan layar lebar.

“Yang jelas otentiknya Maduranya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena
memang dari Madura asli, nyel! Sehingga berbahasa Maduranya langsung enak
didengar,” tambah Bayu.

Mengeksplorasi Budaya Madura

Proyek film Foufo sendiri lahir dari IP Lab Skak Studios sebagai upaya untuk keluar
dari tren horor-komedi yang sedang menjamur. Setelah sukses mengangkat budaya
dan bahasa Jawa Timuran, Jawa Mataraman, hingga Jawa Ngapak di film-film
sebelumnya, Bayu Skak kini mengeksplorasi budaya Madura.

“Kami berpikir, bagaimana kalau kita tabrakkan langsung ide yang tidak biasa. Apa
jadinya kalau ada UFO crash landing di Madura? Dari premisnya saja orang sudah
tertawa. Alien datang ke Madura, ya dipretelin dong berarti,” cerita Bayu.

Berbeda dengan film-film sebelumnya di mana Bayu sering mengambil peran ganda
sebagai sutradara-aktor dengan porsi besar, di film Foufo ia memutuskan untuk
lebih fokus di belakang layar sebagai sutradara. Bayu hanya tampil sebagai cameo di
dua adegan, memerankan karakter Joko, pegawai bank yang datang ke rumah
Muslim untuk urusan pinjaman.

Foufo Dapat Menjadi Oase Hiburan

Bayu berharap Foufo dapat menjadi oase hiburan yang segar untuk keluarga
Indonesia.

“Foufo adalah film yang sangat ramah keluarga. Anak-anak kecil dan seluruh
anggota keluarga bisa menonton dengan tenang tanpa ada yang harus
dikhawatirkan, apalagi didukung dengan suara karakter alien yang sudah sangat
familier di telinga anak-anak,” jelas Bayu.

Elemen komedi fiksi ilmiah di Foufo semakin kental dengan hadirnya karakter Toni,
kolektor dan makelar barang antik yang diperankan oleh Ade Kurniyawan, atau yang
lebih dikenal dengan Ade Bibir (dubber legendaris SpongeBob SquarePants).
Kekacauan dimulai ketika sebuah piring terbang (UFO) mendarat di kawasan rumah
Muslim. Saat Toni melihat alien tersebut, terjadi fenomena aneh di mana suaranya
‘dicuri’ oleh sang alien. Sementara itu, fisik sosok alien Foufo diperankan oleh
Bambang Ceper.

 

Film Foufo Mulai 9 Juli 2026

Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi
terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi
@filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.

Tentang Skak Studios

Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal. Film ini lewat konten
kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita
menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu
Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character &
Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya
fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote
Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

Semua Film Dan Lokadrama Yang Telah Mendapatkan Apresiasi

Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50
juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang
sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris
Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada
Indonesian Movie Actor Awards (2018). Film ini pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film
Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain
Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan
apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.

Tentang Sinemart

Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat
apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna
antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya,
kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional. Hal ini merupakan fondasi kami
untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

Subjektif Dengan Selera Orang

Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami
menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa
digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil. Ini yang menurut kami sangat tepat
sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *