Next Step Studio 2026 yang di produksi oleh KawanKawan Media adalah edisi perdana di Next Step Studio La Semaine de la Critique Cannes Film Festival

Jakarta, 16 Mei 2026 — Empat film pendek dari empat sutradara Indonesia, Reza Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal akan tayang perdana (world premiere) di program Next Step Studio, La Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2026. Keempatnya bekerja sama dengan empat sutradara Asia Tenggara.
Baca Juga | Arwah Legong Bali Kehangatan dan Keakraban antara Pemain Film
Keempat film tersebut adalah Holy Crowd, di sutradarai Reza Fahriyansyah bersama sutradara Malaysia Ananth Subramaniam, film Original Wound di sutradarai Shelby Kho bersama sutradara Myanmar, Sein Lyan Tun, film Annisa di sutradarai Reza Rahadian bersama sutradara Filipina, Sam Manacsa, dan film Mothers Are Mothering di sutradarai Khozy Rizal bersama sutradara Singapura, Lam Li Shuen.
Tak hanya di sutradarai empat sutradara Indonesia, film-film tersebut juga turut di bintangi oleh jajaran pemeran papan atas Indonesia, serta sinematografi yang di arahkan sinematografer pemenang penghargaan dan jajaran kru dari Indonesia.
Film Holy Crowd di bintangi oleh Prilly Latuconsina, Yusuf Mahardika, Yudi Ahmad Tajudin, dan Arswendy Bening Swara. Original Wound di bintangi oleh Agnes Naomi, Omara Esteghlal, dan Vivian Idris. Annisa di bintangi oleh Choirunnisa Fernanda, Nazira C. Noer, dan Shakeel Fauzi. Mothers Are Mothering di bintangi oleh Happy Salma, Asmara Abigail, dan Yudi Ahmad Tajudin.

Sementara itu, sinematografer Vera Lestafa mengarahkan gambar untuk film Holy Crowd dan Original Wound, Faozan Rizal untuk film Annisa, dan Deska Binarso untuk film Mothers Are Mothering. Bergabung ke dalam tim sebagai Penata kostum Retno Ratih Damayanti dan Sigit D. Pratama sebagai Production Designer.
Yulia Evina Bhara, Amerta Kusuma (KawanKawan Media), menjadi produser empat film tersebut. Sementara itu pada jajaran ko-produser adalah Dominique Welinski, Fanni Mardhotillah, Hannan Cinthya, dan Nazira C. Noer, serta jajaran produser eksekutif Adi Sumarjono, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem, Dian Sastrowardoyo, Madeleine Tjahyadikarta, Melyana Tjahyadikarta, Muhammad Noviar Rahman, Prilly Latuconsina, Rio Pasaribu, Tony Ramesh, Trivet Sembel.
Kementerian Kebudayaan mengumumkan hadirnya Next Step Studio Indonesia
Kementerian Kebudayaan dengan bangga mengumumkan hadirnya Next Step Studio Indonesia, sebuah program kolaborasi sinema global yang untuk pertama kalinya berlangsung di Jakarta. Program ini merupakan bagian dari ekosistem internasional The Factory, yang sejak 2013 telah mendukung lahirnya suara-suara baru dalam perfilman dunia. Mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis, dan Institut français d’Indonésie dalam mewujudkan kolaborasi ini.

Melalui Next Step Studio Indonesia, empat sutradara muda tanah air di antaranya Reza Rahadian, Khozy Rizal, dan Reza Fahriyansyah akan berkolaborasi dengan sineas internasional untuk menghasilkan karya film pendek yang akan di tayangkan perdana di Critics’ Week Cannes 2026. Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan industri global, tetapi juga memperkuat di plomasi budaya antara Indonesia dan Prancis, sejalan dengan semangat Deklarasi Borobudur.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung program yang memberi ruang bagi generasi baru pembuat film. Kehadiran Next Step Studio Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem sinema global yang dinamis, kreatif, dan berpengaruh,” ujar Irini Dewi Wanti, Direktur Film, Musik dan Seni Kementrian Kebudayaan.
Baca Lagi | Film Arwah Legong Angkat Mitos Roh Penari dan Teror Tari Sakral Bali
Next Step Studio 2026 juga di produksi bersama dan di dukung oleh banyak pihak terkait
Next Step Studio 2026 juga di produksi bersama dan di dukung oleh Indra Sashi Kalanacitra, VMS Studio, Visinema Pictures, Navvaros Entertainment, Poplicist Publicist, Beacon Film, Salaya Yachts, Arungi Films, Prodigihouse Post Production, Brandlink Indonesia, Titrafilm A La Plage Studio, Artha Graha Peduli, Jakarta Film Week, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Direktorat Film, Musik dan Seni,Direktur jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, dan Institute Francais Indonesia.
“Dalam setahun terakhir Pemprov DKI sangat serius mempersiapkan Jakarta menjadi Kota Sinema, tidak hanya lokasi shooting sejumlah insentif juga sedang kami siapkan untuk insan film, dengan banyaknya produksi film di Jakarta, saya berharap economic impact baik dari sektor wisata, kuliner, heritage dan lainnya bisa semakin hidup dan dampak ekonominya terasa bagi masyarakat,” ujar Rano Karno Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Tahun ini akan menjadi edisi perdana program Next Step Studio di La Semaine de la Critique yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival. Dalam edisi perdana Next Step Studio, program ini memberikan ruang bagi empat sutradara muda Indonesia yang telah menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek yang akan di tayangkan selama edisi ke-65 La Semaine de la Critique.

Next Step Studio Indonesia adalah sebuah program ambisius yang di selenggarakan oleh La Semaine de la Critique Cannes Film Festival
“Industri film Indonesia saat ini merupakan salah satu yang paling dinamis di Asia, di dorong oleh generasi pembuat film berbakat yang karyanya kian mendapatkan pengakuan internasional. Next Step Studio Indonesia adalah sebuah program ambisius yang di selenggarakan oleh La Semaine de la Critique Cannes Film Festival dan di dedikasikan bagi bakat-bakat baru Indonesia,” ujar Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone.
“Prancis dan Indonesia terus memperkuat kerja sama budaya bilateral, khususnya di bidang sinema. Hal ini telah di sepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto dalam Deklarasi Borobudur bersama yang di tetapkan pada 29 Mei 2025, serta di bahas lebih lanjut oleh Menteri Kebudayaan Prancis dan Indonesia dalam pertemuan mereka di Paris pada 22 April 2026,” tambah Fabien Penone.

Next Step Studio merupakan program yang melanjutkan konsep yang di prakarsai oleh La Factory di Directors’ Fortnight sejak 2013. Sebuah program yang mendukung kemunculan suara-suara baru dalam perfilman di seluruh dunia. Setiap tahun, program ini berlangsung di negara yang berbeda dan menonjolkan sinema lokal, mempertemukan delapan sutradara pendatang baru—empat lokal dan empat internasional—untuk menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek berdurasi 15 menit.
Program ini telah menjelajahi banyak negara di dunia
Pada 10 edisi pertama Factory. Program ini telah menjelajahi beragam negara. Taiwan, Chili, Finlandia, dan Denmark (Nordic Factory), Afrika Selatan, Libanon, Tunisia. Ada lima negara Balkan (SEE Factory), Portugal utara, Filipina, dan Ceará di Brasil. Lebih dari 80 pembuat film telah berpartisipasi dalam program ini. Hampir 50 film panjang (feature film) pertama telah berhasil di buat.

“Kedelapan sutradara ini adalah sebagian dari begitu banyak sutradara berbakat dari Indonesia dan Asia Tenggara. Pemilihan mereka utamanya karena rekam jejak artistik pada film pendek yang mereka kerjakan sebelumnya. Film ini yang telah terseleksi di berbagai film festival internasional. Para sutradara ini sedang mengerjakan film panjang pertama atau kedua. Film Panjang ini di mana Partisipasi mereka di Next Step Studio. Respon ini di harapkan akan memberikan feasibility bagi proyek film panjang mereka agar dapat menembus panggung international. Butuh lebih dari 2 tahun bagi saya untuk meyakinkan bahwa Indonesia patut menjadi country of focus. Indonesia senang sekali akhirnya bisa segera dapat mempresentasikan beragam karya. Karyanya ada 4 film pendek karya 8 sutradara ini di Semaine de La Critique’. Ujar produser Next Step Studio 2026 Yulia Evina Bhara.
“Kami mengucapkan selamat kepada para sutradara, para produser, para pemain dan seluruh kru yang terlibat dalam produksi Next Step Studio dan ini momentum yang patut di rayakan, karena sinema Indonesia secara signifikan jumlahnya akan di tayangkan di La Semaine de la Critique Cannes, tugas kami ke depan tentu saja berupaya untuk memfasilitasi dan memberikan feasibility bagi terjadinya kolaborasi dan ko-produksi antar negara untuk terus dapat mempresentasikan sinema Indonesia di panggung global,” ujar Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni.
Reza Rahadian, yang sukses dengan debut feature Pangku, mengungkapkan antusiasmenya untuk bisa berkolaborasi dengan sesama sineas Asia Tenggara. Kolaborasi ini menjadi proses penting untuk pertumbuhan perfilman Indonesia.
“Next Step Studio memberikan kesempatan cerita-cerita dari Indonesia dan Asia Tenggara bisa semakin terdengar dan di perbincangkan. Isu-isu yang penting dari kawasan Asia Tenggara semakin terlihat di perfilman internasional. Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan bagi kami sesama sineas Asia Tenggara untuk saling berkomunikasi sekaligus momentum dalam proses bertumbuh untuk menghasilkan karya-karya terbaik mendatang,” ujar Reza Rahadian.
Empat film pendek Next Step Studio 2026 akan tayang perdana (world premiere). Film ini dalam sesi pemutaran khusus di La Semaine de la. Berikut tadi adalah artikel terkait Next Step Studio Indonesia.
производство стальная лента производство стальная лента