Film Empat Musim Pertiwi : Karya Paling Berani Kamila Andini! Gandeng Produser 6 Negara Jadi Film Paling Eksperimental Tahun Ini!

Tayang Hari Ini! Empat Musim Pertiwi Hadirkan Cinematic Experience,
Jadi Karya Next Level dari Kamila Andini!

Jakarta, 16 Oktober 2026 — Penulis dan sutradara Kamila Andini kembali hadir
dengan film terbarunya, Empat Musim Pertiwi yang tayang mulai hari ini, Kamis, 8
Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Film persembahan Forka Films dari produser
Ifa Isfansyah ini juga sedang tayang di Busan International Film Festival (BIFF),
bersamaan dengan tayangnya di bioskop Indonesia.

Dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan, Empat
Musim Pertiwi menghadirkan sebuah pengalaman menonton yang sangat grande.
Film ini menjadi karya paling berani dan eksploratif dari Kamila Andini, yang
menggabungkan berbagai genre menjadi sebuah cerita perjalanan dari perempuan
bernama Pertiwi, yang menghadapi trauma masa lalunya saat kembali ke tanah
kelahirannya.

 

Dengan menggabungkan drama, thriller, misteri, hingga sci-fi, Empat Musim
Pertiwi menyajikan visual yang indah dan epik, dari sinematografi yang diarahkan
oleh Batara Goempar, dan desain produksi yang diarahkan oleh Dita Gambiro.
Seluruh elemen di film ini memberikan penonton sesuatu yang benar-benar
eksploratif, dan menjadikan film ini sebagai karya yang paling berani dan next level
dari Kamila Andini. Berani dengan ceritanya yang sangat kuat dan penting untuk
para perempuan, serta masterpiece dengan cinematic experience grande yang
belum pernah ada di perfilman Indonesia sebelumnya.

“Ada banyak percampuran elemen di film ini, dan hampir semua elemen di film ini
memiliki dua elemen mengenai antara percaya dan tidak percaya. Perempuan, alam,
dan teknologi, memiliki dua sisi; destruktif dan juga memberdayakan di saat
bersamaan. Itu yang dieksplorasi di film ini,” ujar penulis dan sutradara
Kamila Andini.

“Apa yang ingin dibicarakan di film ini adalah seberapa jauh kamu percaya dengan
hal-hal yang mungkin tidak perlu kamu percayai,” tambah Kamila.

 

Dalam mewujudkan visi sinematik yang ambisius ini, produser Ifa Isfansyah
mengungkapkan produksi Empat Musim Pertiwi didukung oleh kolaborasi lintas
negara dan ekosistem pendanaan internasional yang solid.

“Melihat skala filmnya yang kompleks dan kanvasnya yang besar, dari awal kami
ingin memastikan production value-nya maksimal. Kami mengerjakan color
grading di Belanda, merancang sound dan foley bersama studio di Prancis, hingga
melibatkan editing consultant internasional. Semua ini dipersiapkan secara matang
agar penonton Indonesia benar-benar mendapatkan cinematic experience yang
worth it saat menontonnya di bioskop,” ungkap Ifa Isfansyah.

Skala megah film ini juga tidak lepas dari pemilihan lanskap Gunung Bromo sebagai
latar utamanya. Kamila Andini menyulap hamparan luas Bromo menjadi sebuah
semesta unik yang memadukan unsur western ala koboi yang natural, beriringan
dengan elemen sci-fi seperti kehadiran UFO hingga siluman yang mengejutkan.

Pengalaman sinematik Empat Musim Pertiwi akan dirasakan dari sajian visual yang
indah, desain tata suara bertaraf internasional, serta kedalaman cerita tentang
kekuatan, solidaritas, dan kerapuhan perempuan, menjadikan Empat Musim Pertiwi
sebagai tontonan wajib layar lebar mulai 8 Oktober.

 

Menjadi proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi menjadi ko-produksi
enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film
ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha,
Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Film ini juga turut
disponsori oleh Oriflame.

Tonton Empat Musim Pertiwi di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan terbaru
film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms.

 

Tentang FORKA FILMS
Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film
yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada
tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di
berbagai festival film internasional.

Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:
● Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
● Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)
● The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
● Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzon: 2018)
● Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Plakorm Prize di Toronto 2021)
● Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
● Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama
Awards 2024)

 

Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada
menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus
menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman
Indonesia di kancah internasional.