Perebutan Hak Asuh yang Menguras Emosi: Masihkah Dunia Berpihak pada Single Mom ?

Kamis kemarin mediakota.id diundang untuk pemutaran film perdana yang berjudul Kupeluk Kamu Selamanya, Dihari yang ceria itu saya (Andim) berkesempatan untuk menjadi pelaksana tugas. Film yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara ternyata sangat mengharukan. Memang dimana sang sutradara ini dikenal dengan karyanya yang menyentuh hati para penonton.
Film Kupeluk Kamu Selamanya ialah dubut layar lebar karya Kuy! Studios. Film yang memberikan perjalanan emosional merasakan dan memaknai arti cinta tanpa syarat dari sudut pandang seorang ibu. Sebagai seorang anak kita semua tau, perjuangan ibu untuk bisa membahagiakan anaknya.
“Ini cerita yang sangat banyak dijumpai sehari-hari, tema tentang keluarga, ibu dan anak ini punya sudut pandang yang berbeda, lebih kepada memotret realita.” Begitu yang dipaparkan oleh Pritagita Arianegara sebagai sutradara dalam acara Press Screening kemarin.
Film Kupeluk kamu selamanya mengikuti kisah seorang ibu tunggal bernama Naya (Hana Malasan) yang merelakan karirnya demi merawat anaknya Aksa (Jared Ali). Dimana anak tersebut menderita penyakit bawaan sejak lahir, karena itulah diperlukan upaya extra untuk merawatnya. Sang sutradara pun juga berharap film ini kelak bisa menjadikan pembelajaran tambahan bagi penontonya.
“Saya ingin penonton pulang & menyadari bahwasanya kita memiliki cinta yang tidak pernah selesai, yakni cinta seorang ibu kepada anaknya. Namun ketika cinta itu selesai itu akan menjadi sebuah kenangan yang tak akan pernah hilang.” Ujar Pritagita Arianegara
Selain itu film ini menjadi debut aktris Dinda Hauw sebagai produser bersama Dara Dwiyanti. Film kupeluk kamu selamanya juga menjadi debut Sean Gelael di industri perfilman Indonesia, dengan menjadi produser eksekutif bersama Angga Dwimas Sasongko. Pada acara PressCon kemarin keduanya mengungkap rasa yang mengharukan karena filmnya telah selesai dan dapat dinikmati.
“Aku harus menurunkan ego, karena sebelumnya aku bermain di film (didepan layar) kali ini harus dibelakang layar jadi harus lebih harus menyiapkan waktu yang banyak. Harus bisa ketemu juga memikirkan semua muanya.” Ujar Dinda Hauw

Sang pendatang baru di industri perfilman indonesia, Sean Gelael menjadi pembuka di sesi prescon kemarin. Beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada semua rekan-rekan dan juga industri perfilman indonesia yang membuat proyek film ini berjalan dengan lancar. Harapan sang produser eksekutif adalah penonton dapat merasakan emosi dari cerita film Kupeluk Kamu Selamanya. Selain itu setelah film ini sukses kedepanya akan ada film film produksi selanjutnya yang tak kalah emosionalnya, jadi ditunggu saja karya-karya Kuy! Studio begitu ujar beliau saat menutup sesinnnya.
Setelah menonton film Kupeluk Kamu Selamanya kami merasakan “kartini banget” karena banyak sekali karakter ibu yang mencucurkan kasih sayangnya. Pastinya kita semua sepakat bahwa kasih ibu sepanjang masa. Sebagaimana Naya merawat anaknya dengan kehangatan seorang ibu hingga kini aksa duduk dibangku sekolah dasar. Sebagaimana selayaknya anak-anak, Aksa ingin sekali aktif dalam bermain namun ia tertahan oleh kondisi yang dideritanya. Selain itu Aksa juga sangat merindukan sekali kehadiran bapaknya (Ibnu Jamil), ia sangat menginginkan kehadiran bapaknya di hari ulang tahunnya.
Film Sinopsis Kupeluk Kamu Selamanya

Naya (Hana Malasan) adalah seorang perempuan yang menjalani hidupnya dengan satu tujuan: memperjuangkan masa depan anaknya, Aksa (Jared Ali). Di tengah keterbatasan dan luka yang tak sepenuhnya ia ceritakan, Naya berusaha tetap berdiri, menjadi sosok yang kuat, meski dunia di sekitarnya tak selalu berpihak. Setiap keputusan yang ia ambil, setiap langkah yang ia jalani, selalu kembali pada satu hal: bagaimana memastikan Aksa tumbuh dengan kehidupan yang lebih baik darinya.
Namun, perjuangan itu mulai diuji ketika Bagaskara (Ibnu Jamil) hadir dalam hidup mereka. Dengan alasan yang ia yakini benar, Bagaskara berusaha mengambil hak asuh Aksa dari Naya. Sebuah ancaman yang tidak hanya mengguncang hidup Naya, tetapi juga memaksanya menghadapi kenyataan bahwa menjadi seorang ibu saja tidak selalu cukup di mata dunia. Di tengah tekanan, keterbatasan, dan ketakutan akan kehilangan, Naya dipaksa untuk melangkah lebih jauh dari yang pernah ia bayangkan, belajar memperjuangkan haknya, mempercayai dirinya sendiri, dan menemukan kembali kekuatan yang selama ini ia pendam.
Karena pada akhirnya, harapan tidak selalu datang dalam bentuk kemenangan besar kadang, ia tumbuh perlahan dari keberanian untuk tetap bertahan, dan keyakinan bahwa cinta seorang ibu tidak pernah sia-sia.
Drama Keluarga Religi Bernuansa Islami

Perjuangan Aksa & Ibu Naya bermula di perayaan ulang taun Aksa yang sangat sederhana. Hanya ada Aksa & Ibunya di gondola kicir-kicir (mirip bianglala dufan) kampung pasar malam. Gondola tersebut berhenti beberapa saat ketika Aksa & ibunya diatas. Di Momen itu Aksa menatap jauh ke langit yang gelap, sementara ibu Naya mempersiapkan kejutan kecil untuk Aksa. Setelah siap, ia memanggil Aksa dan memintanya untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Lagu selesai dan Aksa meniup lilinya, setelah itu aksa menuliskan harapannya di selembar kertas. Aksa mau ngerayain ulang tahun bareng Ibu papa, begitu tulis Aksa di selembar kertas yang kemudian ia sobek untuk dijadikan pesawat terbang kertas. Setelah jadi Aksa menerbangkannya keluar, seakan harapan terbang ke langit menuju tuhan.
Ibu Naya tinggal di kontrakan petak bersama Aksa, diceritakan ia sering berpindah kontrakan karena statusnya yang janda dan yang tidak banyak lingkungan menerima. Ibu Naya juga bekerja serabutan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, ia bekerja sebagai tukang gosok di laundry Mpok Wati (Niniek Arum) dan berbagai kerjaan serabutan lainya. Kehidupan sederhana yang bisa membuat related banyak penonton. Tak cuma itu ditengah malam seusai menidurkan Aksa, ibu Naya menjadi Host Live Streaming Jualan Online. Di sana ia berniat menjual daster sebagai produknya, namun karena kemolekan tubuhnya malah banyak hidung belang yang menjadi viewernya. Setelah beberapa saat nge-live ia memutuskan untuk mengakhirinya, dengan rasa kesal ia kembali ketempat tidur.

Suatu ketika kondisi Aksa Down karena penyakit yang dideritanya sejak bayi. Aksa dilarikan kerumah sakit oleh guru sekolahnya, karena ia pingsan sehabis main hujan bersama teman-temanya di sekolah. Di Rumah Sakit dokter menyarankan untuk dirawat inap serta perlu dilakukan tindakan operasi. Ibu Naya merasa biaya yang dibutuhkan untuk operasi sangatlah besar baginya. Naya sangat terpukul saat menceritakan pada ibunya/neneknya Aksa (Vonny Anggraini), sang Nenek menyarankan kepada Naya untuk Solat. Pulang pada tuhan mu untuk meminta pertolongan-Nya, sekiranya begitulah yang di isyaratkan.
Sepanjang hari selalu berdzikir menyebut nama-Nya dikala menemani Aksa dirawat. Tasbih ditanganya tidak berhenti di gerakanya, lidahnya basah dengan kalimat-kalimat toyibah. Tapi sementara itu Naya lebih tergerak dengan Akal logikanya, ia belum mau kembali tunduk pada Tuhan. Ia memutuskan untuk menjual semua aset yang ia punya di kontrakan, meminjam kanan kiri tetangga yang mengenalnya dengan baik. Seakan gelap mata, Naya melakukan apa yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan anaknya. Ia beranggapan bahwa operasi bisa menjadikan Aksa sembuh, hingga ia mengejar biaya operasi itu.

Tapi sayangnya, setelah semua di jual, pinjam kanan kiri, mencairkan tabungan dan lainnya, uang untuk operasi belum tercukupi. Dewi (Nissy Meinard) adalah sahabat Naya yang membantu proses semuanya tadi. Sebenarnya karakter Dewi sangatlah riang, dialah yang mewarnai kesedihan Naya dengan canda riang. Dimana Dewi merupakan sahabat kentel dari Naya. Dengan dandanan nyentrik serba mencolok juga rambut poni gantung yang menggelitik, karakter Dewi menjadikan Film Kupeluk Kamu Selamanya terisi juga dengan tawa penonton.

Di Kondisi yang terhimpit untuk menutupi biaya oprasi Aska, tiba-tiba Dewi teringat oleh Om gery (Iyal Lawrence). Dewi menyarankan Naya untuk menemui Om Gery, tapi setelah beberapa saat ia menarik sarannya. Karena Dewi khawatir terjadi hal-hal yang tidak mengenakan. Namun Naya bersikukuh untuk menemui Om Gery, ia meminta Dewi mengantarkannya. Karena didesak Dewi terpaksa mengantarkan Naya, sesampainya digerbang Dewi masih meminta Naya mengurungkan niatnya. Dikondisi gelap mata dan marah, Naya meminta Dewi untuk pulang dan meninggalkanya sendiri. Tak habis pikir, sangking rapuhnya Naya memilih jalan yang disarankan oleh Dewi. Merelakan tubuhnya dijamah demi uang yang dibutuhkan untuk biaya anaknya.

Bagaimana keseruan selanjutnya dari perjuangan Ibu Naya menghadirkan cinta tanpa syarat untuk anaknya. Akankah uang yang dibutuhkannya terkumpul dengan cara-cara yang sangat mendesak. Bagaimana ke Absrut-an Dewi dalam memberi saran-saran lainya kepada Naya. Saksikan selengkapnya di layar-layar bioskop kesayang mu. Buktikan rasa kasih sayang tanpa syarat seorang ibu. Film Kupeluk Kamu Selamanya Mulai Tayang 30 April 2026, saat ini tiket presale nya juga sudah bisa dibeli di aplikasi-aplikasi bioskop. Pastikan kamu menyempatkan waktunya, untuk kamu merasakan emosi yang akan menghantarkan mu berterimakasih kepada ibu, kedua orang tau mu & semua yang menyayangimu tanpa syarat.
Demikian laporan dari liputan presscon, Film Kupeluk Kamu Selamanya. Selamat menyaksikan, disarankan untuk mempersiapkan tisu guna menyeka air mata keharuan mu. Terimaksih
Andim H. Muazhim. 24/04/26