Yayasan Bisa Mandiri Gelar Seminar Film dan Ekonomi Kreatif, Bahas Transformasi Digital hingga Peran Generasi Muda
Jakarta – Yayasan Bisa Mandiri menggelar seminar bertema “Film sebagai Motor Ekonomi Kreatif dan Media Informasi di Era Digital”. Acara ini di laksanakan pada 9 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan pelaku industri kreatif, komunitas film, hingga insan media. Tujuan Acara ini untuk membahas perkembangan industri perfilman di tengah arus digitalisasi.
Baca Juga | Film Jejak Arwah Rumah Belanda Akan Menangkap bila masuk ke Dalam Rumah Kutukan
Acara di buka oleh Kak Beky selaku perwakilan dari Yayasan Bisa Mandiri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku film, media, dan generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
“Film bukan hanya hiburan, tetapi juga media informasi sekaligus penggerak ekonomi yang punya dampak luas,” ujar Kak Beky saat membuka kegiatan.
Seminar ini di dukung oleh Berkah Menara Sinema dan menggandeng MediaKota.id serta BeritaPertiwi.com sebagai media partner. Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan Dr. Muhammar Amin, dosen pascasarjana Universitas Islam Jakarta, sebagai narasumber utama.

SeminarDalam pemaparannya, Dr. Muhammar Amin menjelaskan rantai nilai industri film yang di mulai dari tahap pra-produksi seperti ide, riset, dan penulisan naskah. Tahap produksi melibatkan proses syuting dan tenaga kerja kreatif, sedangkan pasca-produksi mencakup editing, musik, hingga distribusi karya ke publik.
Ia juga menyoroti transformasi digital yang mengubah wajah industri film, mulai dari munculnya OTT dan layanan streaming, berkembangnya film pendek serta web series, distribusi lintas platform, hingga pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi. Selain itu, penggunaan big data dan algoritma kini turut menentukan strategi distribusi konten.
Menurutnya, proses eksibisi film juga semakin beragam melalui bioskop, televisi, platform OTT, dan festival film. Namun, di balik peluang tersebut, industri film masih menghadapi berbagai tantangan seperti pembiayaan dan investasi, pembajakan digital, persaingan konten global, perubahan selera penonton, serta keterbatasan distribusi lokal.
Dr. Muhammar Amin menambahkan, monetisasi industri film dapat di lakukan melalui berbagai skema seperti penjualan tiket, lisensi, endorsement, hingga digital ads. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda agar industri film terus berkembang dan berdampak pada pergerakan ekonomi.
“Generasi muda punya peran besar, baik sebagai kreator konten dan filmmaker baru, influencer promotor film, maupun melalui komunitas film independen. Literasi digital dan kemampuan storytelling menjadi kunci di era sekarang,” jelasnya.
Seminar di tutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Melalui kegiatan ini, Yayasan Bisa Mandiri berharap lahir kolaborasi baru yang mampu memperkuat peran film sebagai motor ekonomi kreatif sekaligus media informasi yang relevan di era digital.
References:
Testosteron aufbauen
References:
https://peatix.com/user/29227571/view
References:
Testosteronfördernde Lebensmittel
References:
https://telegra.ph/Tribulus-Terrestris-Extrakt-500-mg-Kapseln-Kapseln-direkt-beim-Hersteller-kaufen-03-23