Luapkan Semua Ambisi dalam Angan, Film Para Perasuk.
Pada awalnya banyak yang mengira Film Para Perasuk adalah Film Horor. Pada Selasa 14 April 2026, kami berkesempatan untuk menghadiri PressCon dari film tersebut. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja menjadi film yang paling ditunggu, karena film Para Perasuk beredar lebih dulu secara internasional. Seperti di Sundance Film Festival 2026, Miami Film Festival 43, Berkompetisi di Fantaspoa Brazil, dan masih banyak yang lainnya. Bulan ini Film Para Perasuk Pulang kandang, Kita semua di Indonesia dapat menyaksikannya di Bioskop mulai tanggal 23 april 2026.
Film ini bercerita tentang obsesi seorang, karakter utamanya bernama Bayu (Angga Yunanda) yang sangat menginginkan menjadi perasuk terbaik. Cerita bermula dari memperkenalkan desa Latas yang memiliki keunikan kebudayaan. Secara geografis desa latas tidak jauh dengan pinggiran kota jakarta, karena jarak tempuhnya hanya 2 jam. Desa yang masih sangat asri di pegunungan yang berbukit, terbentang lahan luah hijau hingga memiliki sumber mata air yang berlimpah. Desa latas memiliki keunikan budaya yang dikenal dengan pesta sambetan, selain sebagai hiburan warga konon katanya pesta tersebut dapat melepas penat warga desa.
Bayu merupakan salah satu perasuk junior dari sanggar desanya, bermula dari pesta sambetan yang di bawahinya. Bayu menampilkan kemampuannya. Walau masih pada posisi perasuk pendamping, bayu berhasil membawa para peserta masuk ke alam sambet yang ia ciptakan. Namun pertunjukan Bayu saat itu tidak berjalan dengan mulus. Saat itu kondisi Bayu kurang fokus, yang mengakibatkan alam sambet-nya menjadi tidak karuan bentuknya. Dimana alam sambet adalah, alam yang berbeda dengan alam nyata yang kita tinggali ini. Situasi dialam sambet hanya bisa dirasakan oleh para para peserta yang ikut menari.
Dalam pesta sambetan warga kampung latas bisa ikut berpartisipasi lebih dalam. Dengan cara masuk ke area dan mulai mengikuti tarian dalam irama musik. Peserta tersebut dikenal dengan nama para pelamun. Dimana saat pesta awal tadi Bayu bertemu dengan salah satu pelamun yang menarik hatinya. Saat melantunkan irama Bayu melihat Laksmi (Maudi ayunda) menjadi pelamun yang paling kesakitan saat alam sambet yang ia ciptakan tidak sesuai dengan tujuan. Karena sebenarnya alam sambet bertujuan untuk bersenang-senang, melepas penat dan mestinya membahagiakan pesertanya.

Film yang konon katanya memerlukan ribuan pemain extras, mulai diproduksi 2 tahun yang lalu. Pada acara presscon kemarin sang sutradara Wregas Bhanuteja menceritakan keseruan proses produksi film para Perasuk. Mulai dari ide cerita yang nyeleneh / Unik sampai visi visual yang ingin dibangun.
“ini momen yang mengharukan, karena proses film ini dimulai sejak tahun 2024. Dari pertama kali nulis, kemudian shooting pertama di oktober 2024, terus kemudian proses editing, sound mixing, proses lainnya di 2025 dan 2026 januari sundance film festival” – Wregas Bhanuteja
Inspirasi awal dari film para perasuk bermula dari cerita adik kandung sang sutradar yang pernah menjadi paranormal. ia menuturkan saat masa remaja adiknya dapat melihat makhluk halus atau roh. Bahkan adiknya itu mengoleksi berbagai macam roh binatang dikamarnya. Peristiwa tersebut sempat ditegur oleh pamannya sutradara yang juga paranormal. Sampai akhirnya ia melepaskan roh-roh yang sebelumnya dikoleksi. Dimana peristiwa tersebut dimasukan kedalam cerita, di Film para perasuk terdapat 20 roh hewan yang bisa dihadirkan dalam acara pesta sambetan.
Berbahagia, Lupakan Masalah & Penat Menguap Dalam Pesta Sambetan.
Dalam film para perasuk ada tokoh karakter yang dikenal dengan nama Guru Asri ( Anggu C.) yang menjadi pemimpin tertinggi dalam pesta sambetan & juga sanggar pusat. Kemampuan Guru Asri dalam menciptakan alam sambetan tidak perlu diragukan lagi, karena ia dapat memuaskan para pelamun. Seperti dalam roh kupu, dimana para pelamun menikmati suasana penuh bunga dan juga menikmati madu. Kemudian jika roh bulus, alam sambetan dibuat seakan para pelamun sedang dipijat.
Diceritakan Guru Asri juga sebagai penanggung jawab dari semua pesta sambetan yang diselenggarakan setiap sanggar yang ada. Karena Guru Asri dapat menormalisasi keadaan jika ada para perasuk yang kewalahan. Seperti saat pesta sambetan yang dinahkodai oleh Ananto (Bryan Domani) yang menghadirkan roh semut. Dimana dalam alam sambetan para pelamun disajikan makanan yang enak-enak, namun di alam aslinya yang dimakan adalah kembang, dupa bahkan beling. Saat prosesi makan beling, Ananto hilang kendali hingga alam sambet hilang dan mengakibatkan para pelamun berdarah saat makan beling. Untungnya guru asri langsung tangkap dan mengambil alis suasana hingga aman terkendali.
Dalam acara prescon kemarin, pemeran dalam film Pera Perasuk pun turut hadir termasuk Anggun C. penyanyi yang belakangan ini tinggal di paris. Dimana film ini merupakan kali pertamanya ia main film layar lebar. Anggun menceritakan keseruan dari proses produksi, mulai dari baca script hingga proses one take pada beberapa scene.
“Film ini membuat aku ber-flower-flower, beneran ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup. Aku sebenarnya frustasi sedikit, karena aku kan tinggalnya di paris jadi aku gak bisa latihan/reading bareng-bareng. Kadang saat aku di Indonesia aja beberapa kali doang, untuknya kamu (sutradara) bisa ngajak latihan melalui ZOOM (Online)” – Anggun C.
Mba Anggun juga menuturkan bahwasanya saat pertama kali baca naskah cerita itu sangat membingungkan. Yang membingungkan adalah saat membuat mantra-mantra, itu murni aku yang buat spontan. Karena pada naskah hanya bertuliskan mantra, kosong tanpa penjelasan apapun. Caranya itu saat sebelum itu di rekam, ditampilkan dulu nih tarian-tarian roh-nya nah saat melihat tarian kemudian yang kepikiran langsung saat itu direkam & dijadikan mantra dalam Film Para perasuk ini.
Di Film para perasuk terdapat 20 Roh Hewan yang siap memeriahkan pesta sambetan. Diantaranya ada Roh Kupu-Kucu, Kambing, Monyet, Macan, Kerbau dan lainnya. Roh-roh binatang tersebut juga diklasifikasi sesuai tingkatanya, ada tingkat rendah, menengah dan juga tinggi. Laksmi adalah karakter utama dari pera pelamun, dimana ia selalu ikut dalam acara pesta sambetan di film Para Perasuk.
“Jujur aku merasa takut awalnya, saat pertama kali diceritain premisnya, karakternya & apa saja yang mesti dilakukan. Bukan takut yang negatif tapi takut yang aku merasa terpanggil. karena aku merasa ini adalah dunia yang sangat-sangat unik yang digambarkan.” – Ujar Maudy Ayunda Sambil menghela nafas
Selain itu karakter Laksmi ini juga memiliki latar belakang lain yang menghantuinya. Laksmi bukan penduduk asli desa latas, ia ke sana bertujuan untuk menyembuhkan trauma masa lalu yang dideritanya. Laksmi memilih desa latas karena tertarik dengan pesta sambetan dari Film Dokumenter yang kakaknya buat.
Selain jajaran cast & Sutradara Prescon Film para perasuk kemarin juga dihadiri oleh produsernya. Dalam sesinya produser memaparkan bahwasanya membangun dunia (word building) film para perasuk berbiaya tinggi. Bahkan di awal ada opsi pilihan propertinya megah tapi kameranya cuma satu atau kameranya cukup tapi propertinya kurang. Awalnya Wregas memilih yang pertama, ia mengedepankan properti. Namun setelah bernegosiasi dan menambah budget produksi akhirnya produser sependapat untuk memaksimalkan produksi film Para Perasuk. Salah satu yang terberat bahwasanya film para perasuk pemain extrasnya seribu orang.

Sebagaimana kami telah menyaksikan Film Para Perasuk, yang kami rasa memang kemegahan dalam sinematografi. Budget besar yang telah gelontorkan untuk produksi film tidak sia-sia. Dari segi cerita Film para perasuk tidak ada yang kurang, sangat rapi dan berjalan linier. Untuk acting tidak perlu diragukan lagi, kami merasa semua emosi ter-driver dengan baik. Teriakan dari guru Asri saat mengucap mantra, tidak ngebuang lengkingan Anggun C. saat tarik suara. Bukan tanpa kekurang, film para perasuk masih ada yang mestinya dimaksimalkan. Salah Satunya disisi animasi/CGI, tapi menurut kami hal tersebut jauh lebih baik ketimbang yang lainnya.
Kami sangat merekomendasikan kamu nonton Film Para Perasuk. Akan tayang serentak di bioskop pada tanggal 23 April 2026. Jangan lewatkan alur cerita unit dari visi penyutradaraan yang megah Wregas Bhanuteja. Sekian yang dapat kami sampaikan,dari hasil liputan Press Conference Film Para Perasuk. Selamat Menyaksikan, Terimakasih.
Andim H. Muazhim. 16/03/26