Film Badut Gendong : Balas Dendam yang Menyayat Hati di Balik Topeng

Suasana Press Conference Film Badut Gendong

 

Jakarta, 28 Mei 2026 – Bulan Mei ini perwakilan dari team MediaKota, Lisa Gloria menghadiri Press Screening Film Badut Gendong yang dilaksanakan di XXI Epicentrum Kuningan. Film yang di Sutradara-i oleh Charles Gozali ini meraih antusias penonton media kala itu. Dengan alur cerita yang sedih dan menyayat hati, film ini bergenre sadis (thriller) dan tidak disarankan untuk anak kecil +13th.

 

Mendekati hari penayangannya yang sudah sangat dinantikan, MAGMA Entertainment secara resmi menggelar acara Press Screening dan Gala Premiere untuk film horor-aksi terbarunya, Badut Gendong. Film yang lahir dari perluasan semesta Cross-Universe Qodrat ini sukses menggelar karpet merahnya di Epicentrum XXI, Jakarta, pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.

 

Acara pemutaran perdana ini berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh produser Linda Gozali, sutradara Charles Gozali, serta seluruh jajaran pemain, di antaranya Marthino Lio, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, hingga aktor senior Jose Rizal Manua.

 

Press Conference Film Badut Gendong

 

Berawal dari Darso (Marthino Lio) yg awalnya hidup bahagia dengan istrinya Darsi (Dayinta Melira) walaupun hidup serba kekurangan sebagai pengamen, hidup saling cinta dengan Darsi, serta bahagia menyambut anak pertama mereka, namun tiba-tiba harus kehilangan istrinya, ditinggal mati dibunuh. Darso yang dendam atas kehidupan yg tidak adil ini, ia pun mencoba balas dendam. Hobi-nya Darso adalah menguliti kulit muka manusia. Darso melakukan semuanya karna balas dendam dan sakit hati kehilangan istri tercinta dan calon jabang bayinya. Sungguh menarik, dibalik sifat tenang dan sabarnya, Darso adalah seorang psikopat. Akting Darso di film Badut Gendong ini benar² totalitas mendalami peran. Saya sebagai penonton sampai terhanyut dalam cerita film ini. Tidak heran memang bedanya kualitas aktor peraih Piala Citra.

 

Sebelum menonton film Badut Gendong ini, saya memang mencari tau dulu tentang film ini, mengetahui bahwa sang pemeran utama Marthino Lio belajar bela diri sambil tutup mata supaya terbiasa dalam mendalami perannya sebagai Darso, membuat saya mengacungi jempol untuk aktingnya. Bahkan, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat topeng Darsi, yang terlihat wajahnya biasa saja tapi seram. Ini merupakan fakta bahwa pembuatan film ini dilakukan sangat detail oleh sutradara Charles Gozali.

 

Sekedar info, Film Badut Gendong ini dari awal hingga akhir banyak adegan sadis dan brutal, buat yang punya riwayat penyakit jantung diharapkan berhati-hati menonton film ini. Di akhir film ditutup dengan tepuk tangan riuh dari para penonton media yang puas dengan akhir ceritanya. Akan ada sekuel kedua dari film ini. Badut Gendong will return. FROM THE UNIVERSE OF: QODRAT

 

Scene Film Badut Gendong

 

Sejak awal masuk saya sangat menyenangi dekorasi film Badut Gendong ini semuanya terlihat sangat maximal, bahkan meja penukaran tiket sangat maksimal, tidak seperti registrasi biasanya. Sepertinya film ini sangat totalitas menyajikan event press screening ini. Bahkan rekan-rekan media mendapatkan komik Badut Gendong dan Kipas berwajah Badut Gendong bersamaan dengan tiket masuk dan voucher meal.

 

Marthino Lio Pemeran Utama Darso Sosok Aktor Peraih Piala Citra
Marthino Lio Pemeran Utama Darso Sosok Aktor Peraih Piala Citra

 

Akhir kata dari saya selaku penulis artikel Badut Gendong ini.. Dunia memang tidak pernah adil dengan orang miskin, selalu ditindas, ketika mereka membela diri malah disalahkan dan dipojokkan, sedih kenyataany seperti kisah dalam film Badut Gendong ini. Hanya mencari keadilan sampai harus kehilangan nyawa orang yang dicintai. OST Pongki Barata – Aku Mengingatmu Dalam Sunyi benar-benar menambah dramatis kesedihan Film Badut Gendong ini. Untuk pecinta film jenis thriller tapi bermakna dalam seperti Ghost in The Cell, Film Badut Gendong ini wajib berada dalam list tontonan.

 

 

Scene Film Badut Gendong

 

Press Conference bertepatan dengan ulang tahun Sutradara Charles Gozali, MC Diaz membawakan cake ultah untuk Sutradara dimeriahkan dengan tepuk tangan para awak media, suasana berlangsung hangat dan ceria.

 

 

“Doa saya adalah agak dihari ini, apa yang kita niatkan bersama dan kita kerjakan sejak awal, menjadi keberkahan bagi kita semua dan banyak orang, ya, mohon doa restunya temen-temen semua buat Badut Gendong di 2026, semoga Tuhan memberkati, Amin, Terima Kasih” ucap Sutradara Charles Gozali.

 

Tak lupa ia menjelaskan kemungkinan sekuel kedua Film Badut Gendong ini.
“melawan iblis di trilogy Qodrat (from the universe of Qodrat) iblis itu hitam dan putih ya jelas, Qodrat berdiri dimana dengan keimanannya, jadi ya mana yang kami rasa kami perlukan untuk menghadirkan Film yang berbeda adalah film yang emosional, yang datang dari perasaan, yang datang dari latar belakang yang justru punya kemiripan dengan Qodrat, sehingga nanti pada saat mereka berlaga, di Badut Gendong 2, akan menjadi pertempuran yang emosional.

 

Itu secara cerita, tapi kalo secara pribadi sebetulnya saya dan Linda (Gozali) ini kan kakak beradik, dari orangtua kami Henrik Ghozali dan Lani Mulyadi yang merupakan Produser di Garuda Film dari tahun 1973, ayah kami itu terkenal dengan membuat film drama seperti Perempuan dalam Pasungan, November 1828, Gadis Penakluk, jadi film-film yang kemudian memang kuat di drama, sehingga mungkin kalo melihat film film awalnya Magma (Entertainment), akan melihat datang dari karya finding Srimulat, Nada untuk Asa, Sobat Ambyar, itu film film yang sebetulnya risetnya drama atau komedi musikal yang tetep punya drama bawaanya di finding Srimulat.

 

Adegan Epic Film Badut Gendong

 

Jadi kerinduan untuk kembali menghadirkan drama di karya karya kami memang sebenernya sudah ada sejak lama, tetapi memang saat ini, dalam usaha menguatkan dan melebarkan semesta Qodrat, yang memang dasarnya datang dari genre Horror, emm drama itu memang harus pelan pelan masuknya seperti juga laga. Nah, Badut Gendong memberi kesempatan, karna dia adalah anti hero atau villain yang emosional, disini betul betul apa ya, sudut pandang dari emosi itu bisa kita olah, jadi bersama Mas Assaf itu kemudian kita gali sedalam mungkin supaya penonton mudah mudahan memang bisa merasakan apa yang sebetulnya dirasakan Darso dan Darsi, dan kenapa kemudian mereka merasa bahwa mereka itu perlu melawan (penindasan) perlu melakukan perlawanan, kira kira begitu” jelas Sutradara Charles Gozali panjang lebar.

 

 

Scene Film Badut Gendong

 

Hadir juga musisi Pongki Barata selaku pengisi soundtrack Film Badut Gendong. Wawancara dengan Pongki sendiri diwarnai banyak gelak tawa dari media dan beliau sendiri.

 

Sentuhan Musik yang Mendramatisir: Kolaborasi Erat Pongki Barata dalam Mengisi Soundtrack Badut Gendong

 

“Saya sendiri di Original Soundtrack (OST) -nya, yang lagunya berjudul Aku Mengingatmu. Ajakan ini waktu itu sudah ditawarkan ke saya jauh sebelum, eh, jadi kayak baru ide-ide gitu, Mas Charles sudah telfon, udah (bilang) aku mau lagumu yang ini. Saya gak tau dia tau darimana, pokoknya dia kayak punya, saya tuh benci sekali sama Charles karna dia tuh selalu membuktikan nya belakangan gak pernah dari depan, jadi dia, saya mau lagu ini karena dia cerita setengah jam tuh di telpon gini gini gini, dan saya gak ngerti pada saat itu apa maunya dia gitu, sampai suatu hari, ini lucu, Charles nanya gimana Pong progressnya? Progress apa? Saya gak ngerjain apa apa. Loch? Kan saya udah OK. Engga kamu belum ngomong OK. Terus, waduh gimana nih, akhirnya gak jadi lagunya dipake, tapi 4 hari kemudian, Pong lagunya jadi, jadi tolong kasih saya segera bentuk sample nya, dalam seminggu ini saya mau denger, gitu loch.” Ucap Pongki Barata.

 

Pongki Barata mengisi Soundtrack Film Badut Gendong

 

 

“Itu saya kaget karna Charles masih believe bahwa lagu ini adalah bagian dari film ini, lagu Aku Mengingatmu ini. Kemudian saya kerjakan dalam seminggu, saya kerjakan sekilat mungkin, supaya beliau dan tim bisa punya gambaran seperti apa. Sampai saat itu pun saya belum mengerti ini bakal jadi seperti apa, bagaimana lagu ini bisa match dengan film nya? Karna lagu lagu saya itu pop romantis, sedangkan ini lagunya bergenre horror, dan itu sudah dilakukan di beberapa film Magma (entertainment) sebelum nya. Jadi saya masih belum ketemu nih, gimana sih ini bakal jadi apa gitu. Akhirnya selesai, dipake, dan dia masih simpen sebagau rahasi ini bakal ditaro disini, akan seperti ini. Sampai tadi saya baru liat, dan saya bersyukur, terima kasih mas Charles dan Magma, semuanya sudah mengajak saya LAGI sejak tahun 2003 kita gak pernah putus bikin soundtrack buat Magma dan saya hampir menitikkan air mata, udah mo nangis, ditarik mas Pongki kita briefing dulu, ya gak jadi dah, tapi saya bersyukur bahwa, mas Charles menemukan tempat dimana, bisa menaruh lagu saya, bukan hanya ini film ini soundtrack, tapi, ini film ini lagu dan semuanya berkaitan. Kalo bisa didengar lagi judulnya Aku Mengingatmu. Yak terima kasih” ujar Pongki Barata panjang menjelaskan detail pemilihan OST Badut Gendong.

 

Jujur saya juga sangat menyukai soundtrack Film Badut Gendong ini, mudah diingat dan sangat pas dengan alur cerita dalam film ini. Admin sendiri suka putar ulang lagu Aku Mengingatmu dari Pongki Barata ini.

 

Oiya, menjelaskan bahwa admin tadi punya ketertarikan tentang pembuatan topeng Badut Gendong ini, dijelaskan dalam wawancara dengan Chris Lie, komikus sekaligus illustrator dalam Film Badut Gendong ini.. “bertahun-tahun untuk desain topengnya dan kenapa butuh waktu selama itu untuk membentuk desain karakter ini?” Tanya MC Diaz kepada Chris Lie.

 

Dibalik Sosok Menyeramkan: Proses Panjang Chris Lie dalam Mendesain Topeng Ikonik Badut Gendong

 

Sosok dibalik Topeng Badut Gendong: Chris Lie dan Assaf

 

“… mengenai desain topeng karakter Badut Gendong ini di film ini memang sangat-sangat penting, karena merupakan karakter sentral dari film ini, jadi ketika Charles pertama kali menunjukkan skenario mas Assaf, dan saya baca, saya sudah kebayang, tapi ternyata ketika saya berbicara dengan Charles lebih jelas lagi, kita terbayangnya secara sosok itu tidak terlalu susah, karena memang cerita karakter dari Badut Gendong ini memang berdasarkan dari kesenian daerah, tetapi yang paling susah adalah topengnya, nah dari prosesnya itu kita sekitar lebih dari 2 tahun dalam proses pendesain topeng, kesulitan nya adalah bagaimana membuat suatu topeng yang boleh dibilang bisa multi wajah, ya, jadi kadang bisa keliatan netral, kadang bisa keliatan seram, dan juga Charles ingin topeng ini keliatan manusiawi. Jadi seremnya dapet, tapi manusiawinya juga dapet gitu, dan dari proses itu, setelah mungkin kita ada lebih dari 100 option ya, dalam 2 tahun, kita akhirnya kembali ke arah yang lebih tradisional, sesuai dengan temanya, sesuai dengan kesenian yang dilakukan oleh Darso, dan akhirnya kita menciptakan topeng yang sekarang dipakai ini” begitu penjelasan akurat Chris Lie.

 

 

Pemeran Darsi alias Dayinta Melira

 

Nah yuk kita beralih ke aktor pemeran utama, Marthino Lio, aktor peraih Piala Citra kategori Pemeran Utama Pria Terbaik ini baru berusia 37 tahun loch.. Diwarnai sorakan kagum dari para awak media dengan aktingnya, Marthino Lio bercanda dan tertawa menikmati suasana hangat Press Conference ini… Ia menjelaskan alasan bahwa Darso adalah karakter favorite dia selama berkarir di industry film “… Karena berasa apa yaa, hmm, menjadi sesuatu yang di ranah abu-abu, tapi harus menarik simpati orang yang nonton film tapi juga yang kita tampilin itu bukan sesuatu yang baik, itu kan sulit tuh ya? I don’t know, mudah-mudahan sih berhasil kali yaa?” ucap Marthino Lio.

“Yaa untungnya kita dapet team choreo dan team stunt yang OK, disini kita ada Kang Cecep dan ada Bang Joe, dan mereka juga anak-anak stunt (man) nya, erm apa, crew stunt nya tuh ya, mereka kuat-kuat, banyak yang jadi korban gua, tiba-tiba pak kena tabok aja, eh melek, sorry, tiba-tiba ketabok lagi, maap bang, hahaha, ya gitu deh. Awalnya, kemaren kan terlalu fresh out from Tumbal Darah kan? Trus pak JG menawarkan gimana kalau kita puter dulu nih, gua ada 1 cerita judulnya Badut Gendong, oh mau pak, mau mau ayo. Terus kita tawarin ke orang lain dulu yaa, loch sedih gitu sih kenala bukan gua, hehehe serius. Abis itu ada temen yang casting buat itu juga (BG) terus abis itu dia nelfon gimana nih mas, aku takut nih karna bla bla bla, lu ambil lu harus ngerasain syuting sama Magma, enak banget, trus abis itu gak jadi jadwal bentrok, eh balik lagi (peran) Darso ke gua” lanjutan Marthino Lio menjelaskan adegan syuting sambil merem dan penerimaan karakter Darso.

 

Adegan lari sambil merem Darso dikejar mobil.
“Apa Marthino lagi latihan adegan si Buta dari Goa Hantu?” Ujar MC Diaz menggodanya disambut reaksi excited dari Marthino.

 

Marthino Lio Pemeran Utama Darso

 

 

Nah, sobat pembaca pasti menunggu wawancara pemeran Darsi kan? Sosok utama setan sumber amarah dalam Film Badut Gendong ini, Dayinta Melira.

“Saat saya pertama kali mendapatkan peran sebagai Darsi, saya sangat bahagia karena ini salah satu impian saya untuk bisa kerjasama dengan Magma, dan disaat proses pembentukan karakter Darsi sendiri, itu saya sudah ditemani dari awal oleh pak Charles juga mba Putri Ayudya, dan kemudian bagaimana yang penting menurut saya adalah pembentukan chemistry saya antara Darsi dengan Darso, dan untungnya saya sebelumnya dengan Kak Lio (Marthino) sendiri sudah pernah satu project yang sama, sehingga dalam pembentukan chemistry itu sehingga lebih mudah, dan yang lebih memorable untuk saya itu, ini agak thrillee sebetulnya, yang (adegan) dimana saya mati di rel kereta, itu kan berat banget ya menurut saya dalam bagaimana saya menuangkan kepedihan Darsi, harus berpisah dengan Darso, dan disaat saya adegan saya lagi tiduran mau take, tiba-tiba pak Charles ikut ke samping saya dan beliau ikut tidur di samping saya, (pak Charles sampai terharu dan ikut merasakan) iya itu sangat ingat sekali sampai sekarang, dan disitu beliau membisikkan saya sesuatu motivasi, dan dari situ saya langsung terenyuh kayak air matanya langsung keluar langsung nangis gak berhenti karna disitu saya melihat bahwa ini bukan hanya kerja profesionalitas aja tapi bagaimana pak Charles bisa menuangkan karya nya dengan sepenuh hati sehingga dengan begitu membuat saya termotivasi memberikan yang terbaik.“ ujar Dayinta Melira pemeran Darsi di Film Badut Gendong.

 

 

 

Kegiatan Press Conference Film Badut Gendong

 

 

“… Sebetulnya dengan ikut melakukan banyak hal yang mereka lakukan, saya berusaha membuat mereka merasa bahwa kita ink satu sama lain adalah satu, jadi mereka gak merasa kemudian sehingga pemain itu tidak merasa mereka di eksploitasi, saya berusaha memberikan satu perasaan bahwa kita semuanya sama-sama. Apa yang kalian lakukan kami juga rasakan, kami apresiasi.. ” ujar Sutradara Charles Gozali menambahkan.

 

Menurut saya Sutradara Charles Gozali sangat totalitas dalam membuat sebuah film, tidak hanya film tapi menjadi sebuah mahakarya seni yang indah untuk penonton rasakan. Nikmati sendiri dan rasakan “feel” berbeda Film Badut Gendong yang tayang 27 Mei 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Sampai jumpa lagi di artikel saya selanjutnya, senang bercerita kepada para pembaca.

One thought on “Film Badut Gendong : Balas Dendam yang Menyayat Hati di Balik Topeng

  1. Hi theree everybody, hwre every person iis sharing such
    experience, thererore it’s good to redad thhis weeb site, and I usxed too viit this bloog aall tthe time.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *