Preview Jejak Arwah Rumah Belanda Ada Sultan Sepuh

Sultan Sepuh Cirebon Hadiri Preview Film, Apresiasi Berkah Menara Sinema

Jakarta – Kanjeng Gusti Sultan Sepuh (KGSS) Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H. Sultan menghadiri acara preview film Jejak Arwah Rumah Belanda produksi Berkah Menara Sinema. Dalam kesempatan tersebut. Sultan Sepuh Cirebon sekaligus Ketua Umum Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DANRI) ini menyampaikan apresiasi. Beliau memuji atas Karya rumah produksi Menara sinema. Oleh Karena itu, Sultan Menilai Film Jejak Arwah Rumah Belanda dengan Dua Jempol. Sultan mengapresiasi Film ini sebagai karya film nasional yang berkualitas dan sarat nilai Hiburan dan Edukasi.

Baca Juga | Sultan Sepuh Menyaksikan Karya Anak Bangsa

Jejak Arwah Rumah Belanda

Menurut Sultan Sepuh, film nasional harus kembali menjadi media pembelajaran publik, sarana refleksi sejarah, serta penguat jati diri bangsa, khususnya bagi generasi muda.

“Film bukan hanya tontonan, tetapi tuntunan. Perfilman Indonesia harus menjadi ruang kesadaran sejarah, pendidikan karakter, dan kebanggaan terhadap karya anak negeri,” ujar KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, Jumat (30/1/2026).

Film Jejak Arwah Rumah Belanda disutradarai oleh Mas Rony Mepet. Karya ini di produksi Berkah Menara Sinema. Film Horor Jejak Arwah Rumah Belanda mengangkat memori sejarah. Oleh karena itu, Ada ruang-ruang kolonial, serta jejak masa lalu yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Film ini di kemas dalam narasi horor yang sarat pesan budaya dan sosial.

Sultan Sepuh menilai, karya tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun kesadaran publik. Oleh karen itu, Film terbaik adalah memahami sejarah dan menghargai nilai-nilai budaya bangsa.

Tonton Juga | Preview Jejak Arwah Rumah Belanda

Logo Film

Jejak Arwah Rumah Belanda logo

Dorong Kolaborasi Film Edukatif Nasional

Dalam kesempatan itu, Sultan Sepuh juga mendorong terbukanya kolaborasi strategis antara Berkah Menara Sinema dan DANRI. Oleh karena itu,  Kolaborasi untuk memproduksi film-film edukatif nasional yang berorientasi pada pembangunan karakter generasi Indonesia.

Ia menegaskan, sinergi antara insan perfilman dan lembaga adat nasional menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan budaya sekaligus memperluas dampak sosial film Indonesia.

Apresiasi untuk Insan Perfilman

Sultan Sepuh yang di kenal pula dengan julukan Pangeran Kuda Putih menyampaikan apresiasi tinggi kepada Mas Rony Mepet, Mas Amin, Mas Amar, serta seluruh insan seni yang terlibat dalam produksi film Jejak Arwah Rumah Belanda.

Menurutnya, para pelaku seni dan budaya merupakan penjaga kesadaran kolektif bangsa yang berperan besar membentuk cara pandang masyarakat melalui bahasa visual yang mudah di terima.

“Dukungan terhadap film nasional adalah bagian dari menjaga kedaulatan budaya. Mari kita cintai, tonton, dan bela karya anak bangsa,” tegasnya.

 

Preview Jejak Arwah Rumah Belanda (2)
Sultan Sepuh

Tonton Juga | Wawancara Sultan Sepuh Bersama Sutradara Ronny Mepet dan Artis Vista Putri

DANRI Siapkan Film Edukasi Anti-Bullying

Dalam kesempatan yang sama, Sultan Sepuh mengungkapkan bahwa DANRI tengah mempersiapkan produksi film layar lebar bertema pendidikan karakter dan perlindungan anak berjudul Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu, yang mengusung kampanye Stop Bullying.

Film ini terinspirasi dari maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Melalui medium film, DANRI berupaya menanamkan nilai empati, persahabatan, dan kemanusiaan, agar sekolah kembali menjadi ruang yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Film ini kami dedikasikan sebagai ikhtiar bersama untuk menghentikan bullying dan membangun generasi yang saling menghormati,” kata Sultan Sepuh.

Rencananya, film ini akan di targetkan tayang pada masa libur sekolah Juni–Juli, sehingga dapat menjangkau pelajar dan keluarga Indonesia secara luas.

Baca Lagi | Arwah Legong Dalam Adegan ekstreem

Harapan Kolaborasi DANRI dan Berkah Menara Sinema

Sultan Sepuh berharap Berkah Menara Sinema dapat berkolaborasi dengan DANRI dalam produksi film Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu, sebagai sinergi dunia perfilman dan lembaga adat nasional dalam membangun karakter bangsa melalui karya budaya yang mendidik.

Ia juga mengajak dukungan penuh dari pemerintah, dunia pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan agar film ini dapat terwujud dan memberi dampak nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *