Tawa Dan Tangis Dengan Konflik Keluarga Yang Kian Menguat Jakarta, 2 Januari 2026 — Memasuki tahun…
Enzy Storia
Suka Duka Tawa : Komedi di Atas Luka

Tim dari Mediakota.id mendapatkan undangan resmi dari BION Studios dan Spasi Moving untuk menghadiri press screening film Suka Duka Tawa di XXI Plaza Senayan, Jakarta Selatan. Kami berkesempatan langsung menyaksikan penayangan lebih awal dari Film Suka Duka Tawa yang nantinya akan resmi rilis pada tanggal 8 Januari 2026. Berikut pembahasannya lebih lanjut.
Baca Juga | Jejak Arwah Rumah Belanda Yang Menjadi Tontonan Paling Di Tunggu Di Tahun 2026
Kisah Drama Komedi Keluarga
BION Studios dan Spasi Moving Image membuka tahun baru 2026 di layar bioskop Indonesia dengan kisah drama komedi keluarga yang hangat lewat film debut sutradara Aco Tenriyagelli, Suka Duka Tawa. Saat press screening Suka Duka Tawa, para penonton pun menyambut film ini dengan respons yang begitu hangat dan antusias.
Lebih dari sekadar film pembuka tahun, Suka Duka Tawa bisa menjadi ruang refleksi yang mengajak penonton menertawakan luka-luka yang belum selesai sebelum melangkah ke tahun yang baru.
Film Panjang Perdananya, Aco Tenriyagelli
Sebagai film panjang perdananya, Aco Tenriyagelli menghadirkan pendekatan yang sangat personal lewat gagasan “menertawakan luka dengan tawa”. Selain Aco, film ini juga melibatkan Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo, dengan Ajeng Parameswari sebagai produser eksekutif.
Film Suka Duka Tawa di perankan oleh beberapa nama di antaranya Rachel Amanda, Bintang Emon , Enzy Storia , Arif Brata, Gilang Bhaskara, Abdel Achrian, Nazira C. Noer, Mang Saswi, Marissa Anita dan Teuku Rifnu Wikana.

Pandangan dari Filmmakers Suka Duka Tawa
Ajeng Parameswari selaku produser eksekutif mengatakan ”Kalau kita bicara tentang filmnya. Sambutan yang kami terima hari ini di mulai dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan Press Conference di Plaza Senayan merupakan validasi yang jujur terhadap visi kami. Kami ingin membuat cerita yang dekat tapi tidak menggurui. Cerita yang sederhana tapi punya emosi. Dan aku rasa film Suka Duka Tawa adalah contoh yang paling utuh dari visi kami. Ini bukan hanya film komedi tapi juga drama tentang luka, kehilangan, jarak emosional antara anak dan orang tua.”.
Yang menjadikan ini berbeda adalah di film ini tidak di ceritakan dengan cara yang di ratapi namun tawa yang jujur. Melalui tangan Sutradara Aco Tenriyagelli bahwa komedi adalah tempat yang aman untuk menyembuhkan bukan melupakan. Dan ini yang ingin BION Studios sampaikan untuk terus bisa kami hadirkan cerita yang memeluk dan bisa pulang ke hati penonton lebih lama, bahkan ketika filmnya selesai.

Produser Tersi Eva Ranti
Produser Tersi Eva Ranti juga punya pandangan tersendiri mengenai film Suka Duka Tawa yang di sampaikannya saat momen press conference berlangsung. ”Seperti yang aku tau Sutradara Aco Tenriyagelli karyanya sudah lama. Jadi buat aku itu merupakan perjalanan panjang Aco yang terakumulasi dan yakin buat saya memberikan Aco kesempatan. Dia Aco sudah punya cerita ini dari lama dan sangat solid. Jadi ini waktu yang tepat untuk Aco di debut pertamanya” ujar Tersi saat press conference.
Penulis skenario Indriani Agustina dalam momen press conference juga mengatakan terkait sudut pandangnya sendiri. ”Yang pertama sebenarnya cara saya meramu komedi dan drama. Komedi itu justru datangnya secara beriringnya waktu. Dari awal kami fokus membuat dan menghidupkan karakter utama dari Tawa. Dia orang yang kayak gimana, masalahnya apa saja dan cara dia berinteraksi dengan sekitarnya.
Isi Kepalanya Sungguh Liar Dan Nyentrik
Baru setelahnya kita mulai lempar ide terkait jokes di film ini khususnya dengan Aco Tenriyagelli karena kita tau isi kepalanya sungguh liar dan nyentrik. Lalu kita sempurnakan komedinya di bantu oleh Standup Comedian Dany Beler dan Aci Resti. Terakhir baru kita masukan ke skenarionya. Jadi kita rasakan satu persatu gimana saya dan Aco sepakat kalau lukanya jujur biasanya emosi dan komedinya bisa keluar lebih tulus”. Ujar Indriani Agustina.

POV Penonton Suka Duka Tawa
Sebagai perwakilan dari Mediakota.id saat saya di undang dan melihat langsung poster film Suka Duka Tawa. Ekspetasi saya dari film ini akan di penuhi dengan komedi yang teramat banyak karena ada kata TAWA di judulnya dan juga bertabur cast dari kalangan standup comedian seperti Virza Logika, Pandji Pragiwaksono dan Adjis Doaibu. Namun setelah selesai menonton pandangan saya justru berubah. Ekspetasi saya di belokan ke arah yang lebih menarik di tangan sutradara Aco Tenriyagelli.
Film Suka Duka Tawa ini lebih mengkedepankan unsur drama keluarga yang mengharukan dan juga mampu meneteskan air mata penonton. Namun sisi komedi di film ini tetap di tampilkan secara proposional sehingga menghasilkan keseimbangan cerita yang menarik. Penonton di mainkan emosinya sepanjang cerita antara harus tertawa dan terharu.
Perjuangan Tokoh Utama Bernama Tawa
Pada film Suka Duka Tawa di perlihatkan bagaimana perjuangan tokoh utama bernama Tawa yang di perankan oleh Rachel Amanda mampu membawa cerita tersebut mengalir begitu baiknya. Dukungan dari orang di sekitar Tawa termasuk para temannya juga mampu merubah keadaan sehingga dia dapat mengambil keputusan terhadap segala permasalahan yang ada menjadi lebih baik lagi.
Kualitas Acting para pemain khususnya hubungan antara anak dan orang tua yang di perankan oleh Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana dan Marissa Anita sangat amat baik. Tidak hanya sekali dua kali penonton di bikin haru ketika dialog di antara mereka terjadi. Hubungan antara anak dan orang tua di perlihatkan begitu kuat.
Penulis skenario Indriani Agustina harus di acungi jempol karena mampu menghasilkan karya yang baik dari sisi penulisan cerita. Begitupula dengan kepiawaian sutradara Aco Tenriyagelli yang mampu mengarahkan pemain meski hanya lewat ekspresi wajah dan tatapan mata dari para cast yang ada tetapi bisa memberikan pesan yang kuat dalam sebuah adegan.
Bagi kalian yang suka dengan film drama comedy khususnya yang menyangkut tema keluarga yang sedang berkonflik. Maka film Suka Duka Tawa ini merupakan salah satu opsi menarik yang sayang jika di lewatkan. Ada banyak pesan positif yang dapat di ambil setelah kita menonton film ini. Catat tanggal perilisannya nanti akan di mulai pada 8 Januari 2026 di bioskop seluruh Indonesia.