Malam 3 Yasinan : Simfoni Kematian Dinasti Konglomerat

Malam 3 Yasinan : Simfoni Kematian Dinasti Konglomerat

Dekorasi Gala Premiere Malam 3 Yasinan di XXI Epicentrum.

Tim dari Mediakota.id mendapatkan undangan resmi dari Alkimia Production dan Helroad Films pada Minggu, 21 Desember 2025. Undangan ini untuk menghadiri press screening film Malam 3 Yasinan di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Kami berkesempatan langsung menyaksikan penayangan lebih awal dari Malam 3 Yasinan yang nantinya akan resmi rilis pada tanggal 8 Januari 2026. Berikut pembahasannya lebih lanjut.

Malam 3 Yasinan : Simfoni Kematian Sutradarai oleh Yannie Sukarya

Film Malam 3 Yasinan di perankan oleh beberapa nama cast di antaranya Shaloom Razade, Farhan Rasyid, Wulan Guritno, Amanda Gratiana Soekasah, Janna Soekasah Joesoef, Hamish Daud, Yasmine Aqeela , Baim Wong, Izabel Jahja. Film horor yang akan tayang di awal tahun 2026 ini di Sutradarai oleh Yannie Sukarya serta di Produseri Helfi Kardit dan juga Penulis Fannyco Indrawan, Delbin Clyte.

Mengutip dari sumber resmi website XXI di jelaskan terkait sinopsis dari film Malam 3 Yasinan sebagai berikut :

Samira (Shaloom Razade), shock dapat kabar kematian saudara kembarnya Sara (Shaloom Razade) yang sangat mendadak dan juga mengguncang keluarga besar Djoyodiredjo, keluarga besar kaya raya pengusaha gula tahun 1980an, pengusaha gula kaya raya ini adalah Opa Hendra Djoyodiredjo (Piet Pagau).

Konflik Warisan Antara Para Istri Ari

Samira yang tinggal jauh dari rumah keluarganya, segera menuju kediaman Djoyodiredjo. Tidak seperti Sara, yang selalu berada di tengah keluarga besar, Samira memilih menjauh karena lelah dengan tuntutan kesempurnaan yang mengikat keluarga mereka dan konflik warisan antara para istri Ari (Baim Wong) anak laki-laki satu satunya Opa Hendra. Ari juga Papanya Sara dan Samira.

Di dalam rumah besar dan megah, Opa Hendra tinggal bersama putrinya, Lily (Janna Soekasah) dan suaminya Baskara (Hamish Daud) seorang perwira polisi. Ada juga Lana (Amanda Gratiana) dan Layla (Wulan Guritno), para istri dari Ari—anak Opa Hendra. Di rumah itu juga ada Sena (Farhan Rasyid), Ari mempunyai 3 orang anak yaitu Sena, Sara dan Samira dari 2 istri Lana dan Layla yang berkonflik warisan. Pada hari pertama malam yasinan, terjadi sebuah teror mengerikan yang mengungkap rahasia keluarga Opa Hendra yang di sembunyikan.

Film horor yang akan tayang di awal tahun ini tepatnya pada 8 Januari 2026 menjadi pilihan pembuka para penyuka film horor lokal. Simak terus artikel ini untuk pembahasan lebih lanjut.

Suasana Press Conference Malam 3 Yasinan di XXI Epicentrum.

Pandangan dari Filmmakers Malam 3 Yasinan : Simfoni Kematian

Alasan Alkimia memproduksi film Malam 3 Yasinan karena ingin ada pesan dan kesan yang ingin di sampaikan kepada penonton selain menghibur ujar Wulan Guritno selaku salah satu produser. Alkimia selalu akan mengangkat film dengan pesan moral agar bisa berefleksi.

Tagline film Malam 3 Yasinan sendiri menggunakan bahasa Jawa yaitu Mikhul Dhuwur Mendhem Jero yang memiliki suatu filosofi di pegang teguh oleh banyak masyarakat indonesia di era 80an seperti yang di pertontonkan pada film ini. Pada momen press conference salah satu produser dari film Malam 3 Yasinan oleh Janna Soekasah Joesoef mengatakan kepada awak media.

 

”Kita juga tidak mengatakan itu salah, tetapi terkadang tidak selalu benar. Obsesi terhadap kesempurnaan sampai mengorbankan segalanya itu menjadi merugikan. Jadi film ini menyimbolkan betapa sesuatu yang dosa atau kesalahan yang di kubur dalam itu bisa menyebabkan teror bagi orang yang terlibat di dalamnya. Makanya dramanya juga kuat”. Ujar produser Janna Soekasah Joesoef.

Film Ini Sendiri Berangkat Dari Mimpi

Yannie Sukarya selaku Sutradara juga mengatakan saat momen press conference. Berawal dari mimpi hingga kemudian Yannie bercerita dan melakukan develop cerita dengan Helfi Kardit dan juga penulis Fannyco Indrawan, Delbin Clyte.

 

”Jadi awalnya film ini sendiri berangkat dari mimpi. Aku pernah mimpi di ruangan orang-orang sedang membaca doa tapi ada satu perempuan yang tidak ikutan berdoa dan dia hanya diam dan menatap aku. Setelah itu aku terbangun dari mimpi karena merasa seram.”

 

Para penulis di film Malam 3 Yasinan juga mengatakan di awal diskusi ingin membuat sesuatu yang horor tetapi tidak hanya sekedar mengandalkan jumpscared saja. Tetapi ada nilai yang perlu di sampaikan karena related dengan keadaan sekarang. Di mana pengorbanan yang sedemikian besar bisa mengorbankan keluarga dengan konsekuensi yang harus di tanggung.

Pemeran utama dari Malam 3 Yasinan yaitu Shaloom Razade yang memerankan dua tokoh Sara dan Samira mengatakan pengalamannya kepada awak media.

 

” Sangat challenging ya karena untuk membangun satu karakter aja sangat sulit dan matang. Dan ini aku memerankan dua karakter Sara dan Samira. Gimana caranya supaya penonton bisa percaya ada dua orang yang berbeda. Pada film ini ada banyak shoot dan harus di terus ulang tetapi emosi harus tetap stabil”. Ujar Shaloom.

 

Farhan Rasyid sebagai Sena juga mengatakan pandangannya terkait film Malam 3 Yasinan.

 

“Ya ini bisa di bilang sebagai karakter yang paling sulit yang pernah aku mainkan karena ada beban emosi yang besar. Tokoh Sena ini bisa di bilang sebagai korban harapan dan dia itu anak yang di berikan ekspetasi tinggi oleh keluarganya untuk jadi penerus dan itu adalah hal yang sangat sulit untuk Sena lakukan. Suatu kerhormatan juga bagi aku bisa main di judul ini karena sangat fun bisa acting bareng Shaloom, Kak Wulan dan lainnya juga di sutradarai oleh Kak Yannie dan terimakasih untuk semuanya”.

 

Foto Anggota Keluarga di Film Malam 3 Yasinan Simfoni Kematian

POV Penonton Malam 3 Yasinan

Buat saya yang berkesempatan langsung menyaksikan film dari Malam 3 Yasinan ini beberapa kali merasa di kagetkan dengan sosok arwah penasaran yang di tampilkan. Suara yang menggelegar di telinga penonton juga memberikan sensasi berbeda sepanjang film berlangsung. Penampakan dari sosok hantu yang di tampilkan juga terlihat begitu menyeramkan karena dari pengakuannya membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk Shaloom Razade di makeup menjadi sosok hantu sampai terlihat begitu menyeramkan.

Terlihat juga bagaimana tim produksi berusaha menampilkan properti film yang serealistis mungkin dengan suasana keluarga konglomerat era 80an. Seperti pemilihan warna ruangan yang gelap dan perabotan kayu asli. Kostum yang di gunakan para cast juga ikut menyesuaikan dengan tema keluarga konglomerat yang hidup bergelimang harta.

Dekorasi Malam 3 Yasinan Simfoni Kematian

Pemilihan dari tone warna sepanjang film ini cenderung gelap agar memberikan suasana mencekam. Ekspresi para cast yang di penuhi rasa takut dan gelisah terlihat sangat jelas. Meyakinkan penonton jika memang keadaan benar menyeramkan serta mencekam dari yang mereka para cast alami agar terlihat senyata mungkin. Beberapa scene menampikan sisi gore yang berdarah-darah dengan organ tubuh yang keluar juga memberikan sensasi tersendiri di mata penonton.

Bagi kalian yang suka dengan film horor khususnya yang menyangkut tema keluarga yang sedang berkonflik terkait perebutan warisan. Maka film Malam 3 Yasinan ini merupakan salah satu opsi menarik yang sayang jika di lewatkan. Ada banyak pesan positif yang dapat di ambil setelah kita menonton film ini. Catat tanggal perilisannya nanti akan di mulai pada 8 Januari 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *