Ketika Kepercayaan Mu Menentang Logika Ilmu Pengetahuan

Film Asrama Putri sebuah karya dari sutradara Wishnu Kuncoro yang di produksi oleh Puras_PH yang menceritakan mengenai kondisi suatu asrama. Umumnya kita mengenal istilah asrama putri digunakan untuk tempat tinggal pelajar sekolah, bisa tingkat SMP atau SMA. Namun pada film ini set latar belakangnya ceritanya adalah mahasiswi atau kampus perguruan tinggi untuk tingkatan pendidikanya. Setiap pelajar yang merantau atau tidak tinggal rumah kemungkinannya memiliki cerita horor yang menyeramkan, baik itu di asrama atau pun di Kostan. Jadi menurut kami film horor ini sangat tepat sekali memakai judul Asrama putri.
Cerita berfokus pada kegiatan mahasiswi yang tinggal di asrama dari suatu kampus. Mia (Mawar Butterfly) adalah karakter penggerak cerita di film Asrama Putri. Cerita dimulai dengan kedatangan Mia ke kampus tersebut, di hari itu ia baru saja diterima bekerja oleh rektor yang bernama Liza (Monique Henry). Film ini mulai mengenalkan masing-masing karakter dengan adegan kesurupan, jadi Mia baru sampai sementara para mahasiswa sedang latihan untuk acara penggalangan dana amal. Kemudian Mia dikejutkan dengan peristiwa aneh, yakni di aula tersebut sedang mengalami kerasukan masal. Diawali oleh seorang mahasiswi yang berteriak kemudian kejang-kejang kesurupan, dilanjut dengan beberapa teman-teman mahasiswa lainya. Semua panik dan caos akhirnya memanggil rektor, disana Liza mengatasi peristiwa kesurupan tersebut dengan singkat, menggunakan ajian-ajiannya.

Cerita terus bergerak maju, kini Mia Tiba di asrama yang diantar oleh Pak Yadi (Ilham Umri Lubis). Di buka satu kamar yang diperuntukan oleh Mia, ternyata kamar tersebut sangatlah kotor. Debu berserakan dimana-mana, sarang laba-laba menggantung di semua sudut atap kamar. Mia hanya bisa pasrah menerima kamar tersebut, kemudian ia membereskan hingga bersih & rapih. Tapi seketika hendak menyapu kolong ranjang, Mia dikejutkan dengan taburan tanah dan buku agenda. Dengan penuh penasaran mia mengambil buku itu kemudian meletakkannya dimeja.
Baru beberapa hari saja Mia tinggal di asrama putri tersebut, sudah ada kejadian mengejutkan. Seluruh penghuni asrama yang ada dikejutkan dengan teriakan seorang mahasiswi yang menemukan temanya tewas gantung diri. Anehnya dalam peristiwa tersebut Liza sebagai pimpinan tertinggi di kampus, enggan untuk melapor ke polisi. Liza menganggap jika dilaporkan ke pihak berwajib nama kampusnya akan tercoreng, maka ia memilih menutup rapat dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Setelah kejadian itu, Mia merasa sangat janggal dengan situasi yang dialaminya. Ia mulai mencoba membuka buku yang ia temukan dibawah kolong tempat tidur. Ia membacanya singkat ada kalimat yang tertulis besar “kalian semua akan mati” Mia membaca itu dengan bergidik.
Halaman demi halaman buku tersebut dibukanya, kemudian Mia mendapati gambar sketsa tangan yang menyimbolkan seseorang yang gantung diri. Tidak berhenti sampai disitu, dalam buku juga ada gambar seorang yang mati dengan banyak menusukan pembuluh vena tubuhnya. Hingga darah mengalir keluar dengan sangat derasnya macam donor darah, tapi ia tidak sadar diri hingga kehabisan darah dan mati. Terdapat juga gambar seorang yang sedang menyayat tangannya, menjedotkan kepala ke tembok dan masih banyak lagi. Penonton merasa buku itu sangat mengerikan, seperti catatan kematian. Benar saja satu persatu mahasiswi yang masih tingga tewas secara mengenaskan.
Kini Mia dan semua yang tersisa di Asrama Putri itu tertawan dengan kematian. Ia merasa buku yang ia temukan menyimpan jawaban dari semua peristiwa ganjil ini. Kemudian ia beranikan membaca kata demi kata yang tertulis rapi dalamnya, ternyata itu merupakan buku harian dari mantan mahasiswi bernama Selly (Naswa Aulia) yang pernah tinggal di asrama ini. Ia menceritakan bahwasanya ia sedang kasmaran oleh pria tampan yang bernama Lazuardi ( Samuel Rizal ) seorang dosen yang mengajari salah satu mata kuliah. Di kisahkan Selly mengunjungi rumah Lazuardi yang sangat mewah, serta banyak lukisan yang ternyata di gambar oleh Liza yang masih SD.
Tanpa ragu & curiga Lazuardi mengajak mahasiswinya ke tempat tidur, bukan terkejut Selly malah menikmati hubungan intim itu. Karena Selly memang “kesemsem” dengan Lazuardi, ia pun sangat menginginkan menjadi kekasih Lazuardi. Tapi sayangnya cinta bertepuk sebelah tangan, Selly hanya dimanfaatkan oleh Lazuardi. Karena telapak tangan Selly disayat oleh Lazuardi hingga mengalirkan darah, yang di tampung dalam gelas emas mungil. Lazuardi membutuhkan darah Selly untuk digunakan sebagai ritual. Apakah cukup dengan darah segelas kecil saja atau Lazuardi akan melakukan hal yang lebih lagi ? Saksikan cerita selengkapnya di Film Asrama Putri.
Etah Kenapa Ceritanya Ngambang, Setan di trailer & Filmnya Beda.

Sebenernya sih masih layak untuk di tonton, ya lumayan lah untuk isi rilisan saat edisi ramadhan (sepi), tapi penonton merasa ni film gak niat banget. Banyak pertanyaan yang gak kejawab, cerita yang dibiarkan mengambang. Kalau cerianya gantung tuh jelas, hanya belum ada keputusan. Film Asrama Putri kedudukan ceritanya aja tuh belum “jejek” (pas) gitu, kenapa Mia ada di kampus itu ? Fungsinya apa ?. Sebagai penggerak cerita ? terasa aneh karakter Mia itu, Dosen ? Masa ia dosen satu asrama dengan mahasiswa, dari segi penampilan juga gak ada dosen-dosenya tuh Mia. Ah gila sih, puasa puasa jadi malah ngamuk “Balikin uang tiket gue, ama bensin sekalian.”
Rising star-nya juga nih samuel rizal, kenapa acting lo ? Kemunculan Scene pertama lo di film asrama putri tuh kayak robot tau gak. Awalnya gue masih positif ah adegannya kali nih “biar lucu” tapi ternyata gak nyambung sama cerita. Gak jadi lah kita berfikir baik, “ ilang kemampuan acting lo yang dulu Boss ? Atau emang sutradaranya sudah merasa puas dengan visual seperti itu atau apa nih ?”. Semakin di inget, semakin di perhatiin dan ternyata emang semua aktor di film Asrama Putri ini jalannya mirip robot “kaku” pura-pura. Penonton tuh jadi bertanya, apa sebenarnya masalahnya ? Masih ajaran kah ? Atau bagaimana. Sebelum kesel nih kami analis dulu loh, film Asrama Putri di shoot 2023 tayang tahun 2026 ada yang janggal. Kenapa sampai 3 tahun bagitu prosesnya, malah ceritanya berbeda lagi dengan yang di trailer.
Setelah sekian lama menganalisis, kami tidak menemukan apa penyebab pastinya. Mungkin hanya Produser & PH nya yang bisa memberikan jawaban detail & teknisnya. Karena sudah dirilis ya sebaiknya kita nikmati saja, 7 hari rilis CGV dah nurunin layar XXI tinggal 3 layar aja. Saat nonton trailernya kita disuguhkan hantu orang sebelah, dimana cerita tersebut mengangkat folklor yang populer di kampus IPB. Tapi dalam film, apalah tuh hantu visualnya seperti itu story-nya juga gak ada “Tiba-tiba muncul, aneh.” udah ah, kenapa jadi marah-marah mulu dah. Kami nonton film ini pada tanggal 25 feb 2026 kami tulis ini tanggal 26 feb 26 data penontonya baru 8 ribuan & ratingnya 4, dari data cinepoint.
Biasanya kami menulis jumlah penonton & reting di akhir-akhir resensi film, tapi kali ini kami awali. Kami bermaksud, “mau berharap apa dengan rating segitu ?” untuk menjadi realistis. Tentu kami tidak bermaksud merendahkan, ini resensi ini penilaian dari penonton. Toh jika film sudah dirilis ke publik jadi milik umum kan. Kami tau dan sadar, biaya yang dikeluarkan untuk produksi itu tidak sedikit, jadi kami akan tetap mengapresiasi. Dari segi sinematografinya masih sangat enak untuk di tonton, kami sangat menikmati itu. Konsep hantu yang berbeda menjadi salah satu faktor yang menarik, tanpa jumpscare berlebihan sangat nyaman untuk ditonton.
Sayangnya cerita yang disajikan tidak kuat, tidak tebal, serba kurang “mengambang” gak ada pijakan ceritanya. Padahal yang digunakan saat promosi sangat membuat penasaran, dikatakan akan mengangkat cerita hantu orang sebelah. Yang akan mengangkat lokasi bekas asrama putri terbengkalai dan kisah mistis yang dialami oleh masyarakat sekitaran kampus & asrama putri. Tapi setelah nonton, jadi pengen bilang “omong kosong” film nya tidak sesuai harapan penonton. Gak seru sama sekali, semua karakternya gak jelas apalagi karakter utamanya Mia. Di awal pengenalan karakternya gak pas, awalnya penonton pikir Mia adalah “ibu kost” di asrama putri. Tapi ternyata Mia Dosen, “dosen sih begitu ?” Jadi mempertanyakan penampilannya.

Dari pemeranan juga kikuk banget, seperti sedang menonton robot, kaku banget padahal ada aktor senior Nicholas Saputra. Tapi ya sudah lah, kita lanjut ke grafis poster film. Izin ini mah, mau menghujat banget sih aslinya, tapi kami akan redam sedemikian rupa untuk enak dinikmati bacaanya. Jadi poster film Asrama Putri yang kami maksud adalah yang terpampang di bioskop-bioskop, seperti terlampir. Sebenarnya tepat hanya menampilkan satu wajah, jadi bisa fokus ke karakter yang ditampilkan. Tapi coba perhatikanlah, wajahnya gak jelas wajah siapa juga karakternya gak keliatan itu yang mana. Tidak ada yang mencerminkan film, penebalan cerita yang diangkat juga gak ada. Malah menurut kami (saat riset) malah bagusan poster unofficial, yang temanya hantu orang sebelah. Masih keliatan wajah pemainnya & penebalan ceritanya juga ada dalam poster itu, tapi setelah nonton sepertinya plot ceritanya berubah.
Akan menjadi pertanyaan besar sih, kenapa film yang tersaji berubah dari yang dikonsepkan. Setau kami konsep plot twist itu kan ada didalam cerita film, tapi ini kenapa ada plot twist sebelum masuk layar. Setidaknya dari sini penonton bisa banyak mengambil pelajaran, bahwasanya cerita itu gak harus runut bisa juga mental dari konsep awal. Kami yakin ada alasan yang kuat mengapa ceritanya bergeser, konsepnya berganti dan kami juga merasa ada beberapa dialog yang di dubbing namun kurang baik. Mau bagaimanapun juga kami tetap mengapresiasi bahwasanya film ini masih layak untuk di tonton, masih bisa dinikmati. Setidaknya melalui film ini dan setelah selesai menonton, kami para penonton diajak merasakan perasaan yang jarang kami temui yakni perasaan kesal.
Salah satu penyebab tensi naik dari film ini tuh, tidak ada ost ( original soundtrack ) yang baik. Sepanjang film hanya terdengar musik-musik horor yang menegangkan aja. Tensi penonton tidak diturunin dengan lirik lagu yang menjadi pengiring cerita. Penonton dibuat gerah di tengah ruangan ber AC dalam teater bioskop. Memang unik, jarang terjadi, tidak umum tapi malah jadi negatif sih menurut kami. Kiranya nih, Film Asrama Putri masuk nominasi Festival Film Indonesia kah ? Kalau kami sih ragu ya. Tapi ya mana tau, masa depan kan masih misteri layaknya kita tunggu saja untuk kedepannya.
Premis film Asrama Putri yang ditangkap oleh penonton adalah, demi ritual rela mengorbankan nyawa orang lain. Jadi dalam film terdapat pengembangan cerita, yang ternyata keluarga rektor “pemilik kampus” memiliki kepercayaan yang menyimpang. Sederhananya kepercayaan satanic atau penyembah setan yang kaya dengan ritual persembahan darah manusia. Jadi menurut kami Film ini berpesan, untuk selalu waspada terhadap lingkungan. Terlebih latarnya adalah institusi pendidikan / kampus merupakan lokasi yang rentan dikarenakan usia mayoritas yang ada masih dalam kondisi labil. Masih sangat mudah untuk dirayu & berubah, masih gampang tergiur & belum ada prinsip juga masih terlalu open minded.
Demikian, Resensi dan
Review Film Asrama Putri
Andim H.M. (26/02/26)