Press Screening Film Senin Harga Naik

Mediakota.id berkesempatan menghadiri acara press screening di wakili oleh Andim H.M untuk film Senin Harga Naik di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan pada 3/3/26. Siapa yang mengira judul Film Senin Harga Naik akan bercerita tentang besarnya cinta Ibu pada anak-anaknya. Film yang direncanakan akan rilis pada tanggal 18 Maret 2026 telah melakukan Press Screening & Press Conference di Jakarta kemarin (03/03/2026). Acara yang dihadiri Produser, Sutradara & para pemain diselenggarakan dengan meriah. Film Senin Harga Naik diproduksi oleh PH kenamaan Starvision & Legacy Pictures, Disutradarai oleh Dinna Jasanti & diproduseri oleh Chand Parwez Servia.
Pemilihan judul Film ( Senin Harga Naik ) sangatlah unik hingga mengundang penasaran penonton. Sebab kalimat tersebut umumnya selalu diasosiasikan dengan dengan kondisi kompetisi tim sales di beberapa bidang industri. Menurut penuturan produser (Chand Parwez) film ini didedikasikan untuk ibu(-nya) pada awalnya. Namun setelah film ini selesai maka menurutnya Film ini untuk semua ibu dan miliki semua anak yang memiliki Ibu. Karena Film Senin Harga Naik Bercerita mengenai drama keluarga yang relate dengan kita semua.
Di acara press screening Film Senin Harga Naik Dinna Jasanti sebagai sutradara pun menuturkan bahwa alur cerita film ini memiliki kedekatan secara emosional bagi dirinya pribadi. Menurutnya, konflik dalam film ini sangat dekat dengan realitas kehidupan keluarga modern yang kerap menghadapi perbedaan cara pandang antar generasi. Tak heran pada acara press screening kemarin suasana teater sangatlah hening dengan atmosfer haru & rindu yang sangat kuat. Bahkan beberapa penonton terlihat menyeka pipinya setelah lampu bioskop menyala.
Gak Melulu Sales, Ini Bahasa Cinta Ibu

Film senin harga naik sangatlah tepat untuk menemani perayaan lebaran tahun 2026. Bukan hanya karena tanggal rilisnya berdekatan dengan lebaran tapi film ini menyajikan cerita yang mampu menjadikan momen bersama keluarga menjadi lebih hangat. Dalam film Senin harga naik penonton dapat menemukan arti keluarga yang seutuhnya dan maaf bukan hanya dari anak-anak ke orang tuanya tapi juga sebaliknya, begitu penuturan Chand Parwez. Menurut kami sangatlah tepat kalimat tersebut untuk mewakili salah satu pesan yang diterjemahkan dari Film ini.
Karakter penggerak cerita dalam Film Senin Harga Naik adalah Mutia yang diperankan oleh Nadya Arina. Mutia Merupakan anak tengah (ke 2) dari Bu Retno (Meriam Bellina) yang bisa dibilang Tiger Mom. Mutia & Bu Retno memiliki cara pandangnya masing-masing dalam menjalani kehidupan. Kesalahpahaman yang membalut kasih sayang keduanya menjadikan konflik keluarga yang umum terjadi pada kehidupan keseharian kita. Dalam Film Senin Harga Naik terdapat kata-kata menarik menurut kami yang sangat menginspirasi.
“Menjadi seorang ibu itu seperti bikin roti. Hari ini enak besok bisa bantet. Tapi kita tetep bikin roti gak pernah berhenti.” Bu Ida Karakter Film Senin Harga Naik.

Pada acara tersebut Nadya Arina mengaku sangat senang sekali terlibat dalam proyek, terlebih saat ia tahu “Ibunya” adalah Tante Mer (Meriam Bellina). Dia juga menuturkan, bahwa karakter Bu Retno yang diperankan oleh tante Mer, sangatlah mirip dengan sikap tante Mer di kehidupan nyata. “Offset-offsetnya emang mamak-mamak / ibu-ibu Indonesia seperti itu” celotehnya pada tante Mer. Ada hal yang paling Menyentuh dari karakter Mutia dalam kehidupan keseharian Nadia Arina yaitu sikapnya kebebasan memilih cara & berusaha keras untuk membuktikan bahwa cara yang ia pilih berjalan dengan baik. “Mama itu menyebalkan, tapi kita tau mama sayang sama kita.” tutup Nadya Arina dengan mata yang berkaca-kaca.
Setiap kita pasti memiliki kisah masing-masing dengan Ibu kita. Rasa-rasanya tidak lah hubungan ibu anak yang mulus tanpa masalah. Ada kalanya kita selisih paham, mungkin bisa karena kita sebagai anak yang keras kepala atau bisa mama yang sangat over protektif pada anaknya. Bu Reno adalah ibu-ibu sejati, apalagi ia adalah single mother yang otomatis harus dua kali lebih keras dari ibu-ibu biasa. Begitulah kalimat awal sebagai pembuka pembicara tante Mer ( Meriam Bellina). Dalam film Senin harga naik, tante Mer memiliki dialog favorit dari karakter yang ia perankan. “Asal segala sesuatu dalam kendali saya, semua akan baik-baik saja.” Begitulah seorang ibu, ia ingin yang terbaik untuk anaknya, ungkap tanet Mer.
Kehangatan Keluarga yang Terkadang Keliru Dalam Menafsirkanya

Film Senin Harga Naik memuat kisah keluarga Bu Retno (Meriam Bellina) dan ketiga anaknya. Anak Pertama Amal (Andri Mashadi) anak ke dua Mutia (Nadya Arina) yang bungsu bernama Tasya (Nayla Purnama). Ketiga kakak beradik ini hidup rukun & penuh kasih sayang dimasa kecil bersama kedua orang tuanya. Bu Retno memiliki usaha rumahan yakni toko roti, yang diberi nama Mercusuar komplit dengan miniatur mercusuar sebagai umbul-umbul tokonya. Ketiga anak Bu Retno kini telah tumbuh dewasa, bahkan Amal sudah menikah & memiliki 1 orang anak laki-laki. Kendati demikian keluarga ini masih tinggal di satu atap yang sama.
Di rumah tersebut bu Retno adalah pemimpin tertinggi, semua aturan dan printah adalah atas kehendaknya. Bu Retno mendidik anak-anaknya seperti militer, dengan mengajarkan disiplin dan nilai-nilai kultural yang luhur. Ia sudah lama menjadi single mom, sejak suaminya meninggal dunia. Didalam rumah & toko roti yang dipimpin bu Retno semua berjalan baik-baik saja pada awalnya. Namun ketika anak-anak sudah tumbuh menjadi dewasa, mulailah muncul perdebatan hingga selisih paham. Dalam Film Senin Harga Naik, diceritakan bahwa anak tengah bu Retno memilih jalan yang berbeda. Mutia keluar dari rumah sejak ia di pecat di tempat kerjanya, yang disebabkan karena bu Retno melabrak Bosnya.

Dengan keras kepala Mutia tetap meninggalkan rumah, memilih jalannya sendiri untuk hidup & membuktikan kesuksesan yang diragukan ibunya. Mutia kini tinggal di unit rusun dan sudah bekerja kembali di perusahaan lain karena ia memiliki pengalaman kerja yang baik. Sementara itu bu Retno makin kesepian, karena Amal sudah pindah ke Rumahnya sendiri. Kini ia hanya di temani anak bungsunya, semenjak kakak-kakaknya pindah Tasya menjadi penjembatan komunikasi dengan Ibunya. Hanya Tasya yang benar-benar mengerti bahasa cinta bu Retno.
Konflik keluarga tersebut makin memuncak ketika Mutia yang sudah tidak pulang kerumah 3 tahun lamanya, tiba-tiba pulang kerumah. Sesampainya di rumah dan ia memasuki toko roti Mercusuar Mutia disambut oleh Rani (Aci Resti) dan Maruli (Arif Alfiansyah) yang menjadi pramuniaga. Rani & Maruli yang menambah warna dalam kisah keluarga bu Retno, dengan pembawaan yang ceria & konyol mereka seakan duet komedi saat melayani pelanggan toko roti mercusuar. Setelah berbincang-bincang ngelantur, kehadiran Mutia disadari oleh tante Ida (Nungki Kusumastuti) yang menyambut dengan sapaan hangat. Saat itulah Rani & Maruli baru tau bahwasanya Mutia adalah anak ke dua dari bu Retno yang sebelumnya menjadi objek obrolan ngelantur mereka. Momen kikuk itu pun menjadi adegan yang mengundang tawa penonton.

Tak lama kemudian hadirlah Bu Retno dan tante Ida memberikan sentuhan hangat seakan mengkode untuk menahan amarahnya. Tak lama Mutia & bu Retno ke ruangan dalam rumah, momen yang syahdu itu masih saja bu Retno berasumsi yang berlebihan. Walau begitu Mutiap tetap sabar dan menekan amarahnya, demi apa yang diharapkan. Mutia kembali ke rumah bu Retno tentu bukan sekedar basa-basi atau kangen-kangenan semata, tapi mutia membawa misi yang dirahasiakannya. Jika berhasil dalam tujuannya itu, maka itu akan bisa mengantarkannya ke posisi jabatan yang lebih tinggi lagi dalam karirnya. Entah apa yang merasuki pikirannya, hingga mempertaruhkan ibunya dalam karirnya. tapi mesti bersinggungan oleh ibunya sendiri. Mutia dalam situasi yang bisa dinilai buruk dan sekaligus bisa juga dipandang baik, karena bisa merekatkan kembali hubungan kekeluargaan yang renggang.
Bagaimana kelanjutan perseteruan dan konflik Ibu dan anak dalam film Senin Harga Naik, saksikan selengkapnya di bioskop mulai tanggal 18 Maret 2026. Rayakan lebaran di bioskop menyaksikan Film Senin Harga Naik, Lebaran Kumpul Bareng Keluarga Bu Retno. Drama keluarga yang tak hanya menguras air mata tapi juga akan dibumbui komedi dengan kehadiran komika (Pelawak Tunggal) dalam memerankan karakter. Semoga lebaran 2026 tahun ini menjadi momen yang mengesankan karena ditemani film Senin Harga Naik.
Demikian ulasan dari Press Screening & Press Conference dari film Senin Harga Naik yang akan makin menghangatkan momen Lebaran 2026 penonton. Mulai tayang serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 18 Maret 2026.
Andim H.M. (05/03/26)