Liga Standup Comedy Moji season pertama yang di selanggarakan di Daan Mogot, Jakarta Barat (19/12/05) telah mencapai momen puncaknya. Momen di mana Moji menampilkan beberapa komunitas Standupindo dari berbagai komunitas di sekitar Jakarta untuk beradu kelucuan.
Mediakota berkesempatan hadir untuk menyaksikan langsung momen keseruan ini. Momen yang di tampilkan oleh banyak komika pendatang baru yang begitu lucu guna memberikan hiburan terbaik kepada penonton. Malam Grand Final di hadiri oleh empat orang juri terbaik yaitu Adjis Doaibu, Gilang Bhaskara, Lolox dan Ghita Bhebhita.
Baca Juga | Jejak Arwah Rumah Belanda Menjadi Film Horor Yabg Siap Ditunggu 2026
Pada sesi final kompetisi Liga Standup Comedy Moji yang memperebutkan juara satu dan dua. Sesi Final ini mempertemukan dua komunitas Standupindo Jakarta Selatan dan Standupindo Tangerang Selatan. Komunitas untuk saling berhadapan menampilkan pertunjukan terbaiknya di hadapan banyak penonton. Kompetisi berlangsung dengan begitu sengit karena kedua komunitas terus berusaha memberikan kelucuan tanpa henti yang memukau. Para peserta menghibur juri dan penonton di studio moji pada malam itu.
Salah satu kapten dari tim yang hadir pada kompetisi final malam itu adalah Haris Botu. Ia yang di percaya untuk mengatur strategi siapa saja para penampil yang pantas untuk tampil mewakili. Saat di wawancara oleh tim Mediakota.id, Botu menjelaskan jika dia sendiri merasa kaget. Ia menjadi salah satu bagian dari komunitasnya bisa sampai lolos ke tahap final.
Karena sejak awal kompetisi berlangsung tim dari Standupindo Jakarta Selatan berada di posisi bawah klasmen secara terus menerus. Namun usaha memang tidak mengkhianati hasil karena pada akhirnya komunitas Standupindo Jakarta Selatan berhasil tembus ke grand final dan siap tampil untuk memberikan hiburan yang terbaik kepada juri dan penonton. Botu juga mengatakan harapan untuk tim bisa tampil bagus dan bersenang-senang di grand final.

MFP (Most Funny Person)
Salah satu penampil terbaik yang di anggap oleh juri sebagai MFP (Most Funny Person) di pegang oleh komika asal Jakarta Selatan yaitu Faiqo Rohman yang menjadi penentu poin penting pada kompetisi tersebut. Faiqo sendiri adalah seorang guru bimbel yang mengajarkan mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan. Keresahan yang di sampaikan Faiqo di atas panggung Liga Standup Comedy Moji mendapatkan atensi serius dari juri dan juga penonton yang turut hadir. Berbagai punchline di keluarkan oleh Faiqo dan mengundang gelak tawa banyak orang pada malam itu.
Tidak henti pula para pendukung dari kedua tim yang bertanding turut meramaikan acara hingga atmosfer kompetisi terasa begitu menegangkan. Suara gemuruh yelyel dari kedua komunitas yang hadir baik itu komunitas Standupindo Jakarta Selatan maupun Standupindo Tangerang Selatan terdengar sangat meriah di studio Moji. Mereka terus memberikan dukungan tanpa lelah kepada para penampil di atas panggung yang dapat memberikan energi positif dan suasana yang lebih meriah.

Jimat asal Rangkasbitung
Pada malam final kompetisi Liga Standup Comedy Moji juga di ramaikan oleh komika lucu lainnya seperti Heri Merkuri asal Rangkasbitung yang saat ini tergabung di komunitas Standupindo Jakarta Selatan. Sosok mungil nan lincah ini seolah bagaikan jimat yang tampil dengan begitu powerfull dengan gaya panggung yang ciamik berhasil menghibur banyak penonton.
Keresahan yang di ceritakan oleh Heri terkait dengan Neneknya yang sangat suka makan jengkol meski memiliki riwayat penyakit asam urat justru mengundang gelak tawa. Memang jam terbang para penampil di momen final Liga Standup Comedy Moji ini sangatlah penting karena menjadi kunci keberhasilan yang membawa warna tersendiri guna menghibur penonton dan juga juri.
Momen sebelum tampil di atas panggung pihak Mediakota.id sempat melakukan sesi wawancara kepada Heri Merkuri. Terkait persiapan panggung saat di tanyakan Heri menjelaskan jika persiapan yang di lakukan itu lebih ke mental dan istirahat yang cukup. Untuk urusan wardrobe saat di tanyakan Heri justru memberikan jawaban dengan gaya komedi tipis-tipis ke awak media. “gak ada sih, lebih ke percaya sama wardrobe moji. Karna bawapun pasti gak kepake soalnya yang lebih penting bagi Heri bisa juara tentunya, lancar, dan mendapatkan hasil memuaskan. Aamiin” ujar Heri di belakang panggung.

Komika Bandung Bawa Untung
Momen puncak malam final Liga Standup Comedy Moji turut di ramaikan oleh komika asal Bandung bernama Deni Nugraha dengan tagline favoritnya “hidup tak indah tanpa ada tawa” yang saat ini tergabung menjadi bagian dari komunitas Standupindo Jakarta Selatan. Deni adalah salah satu perwakilan dari komunitas yang paling sering tampil dan di percaya untuk mewakili Standupindo Jakarta Selatan tiap kali kompetisi Liga Standup Comedy Moji berlangsung.
Gaya komedi Deni di atas panggung yang santai namun pasti sangat amat layak di tonton karena terlihat bagaimana keresahan hidup bisa menjadi komedi apabila di bawakan dengan rasa tulus. Momen saat Deni mengatakan bahwa dirinya masih sulit untuk percaya dan masih linglung karena bisa tampil mewakili komunitasnya di final kompetisi Liga Standup Comedy Moji berhasil di bawakan dengan gaya yang kocak serta menghibur.

Pengumuman Pemenang
Hari semakin malam dan sampailah di momen penting penentuan pengumuman oleh para juri terkait siapa yang berhak memenangkan dan mendapatkan gelar juara pertama pada Liga Standup Comedy Moji. Suasana begitu menegangkan pada detik-detik saat duet MC Bonar Manalu dan Rizky Teguh akan mengumumkan nama komunitas yang akan menang dan menjadi juara pada malam itu. Keriuhan tawa yang sebelumnya terjadi terus menerus berubah menjadi suasana hening yang penuh dengan harapan.

Terucaplah kalimat nama pemenang oleh MC yang membuat susana begitu pecah gegap gempita dan menjadikan suasana ruangan studio Moji seakan sedang terjadi perayaan selebrasi pemenang piala dunia. Nama komunitas Standupindo Jakarta Selatan di umumkan sebagai pemenang dan resmi menjadi juara mengalahkan komunitas Standupindo Tangerang Selatan.
Puluhan penonton pendukung yang datang malam itu langsung bersorak gembira. Suasana haru dan kebahagiaan mewarnai momen penting malam itu. Ramai pendukung ikut naik ke atas panggung dengan senyuman bahagia karena komunitasnya berhasil membawa pulang hadiah sebesar Rp. 40.000.000. Suatu pencapaian terbaik di ujung tahun 2025 bagi komunitas Standupindo Jakarta Selatan. Selamat untuk Standupindo Jakarta Selatan dan terimakasih untuk Moji.