Film Kupeluk Kamu Selamanya: Refleksi Luka dan Ketulusan Orang Tua

Kupeluk Kamu Selamanya Tayang 30 April 2026 di Bioskop

 

Film Kupeluk Kamu Selamanya. Jakarta, 6 April 2026 — Kuy Studios dan Aktina Film mempersembahkan film drama keluarga terbaru berjudul Kupeluk Kamu Selamanya. Film ini yang di bintangi Hana Malasan, Ibnu Jamil, dan Fanny Ghassani. Dalam official trailer yang di rilis, Hana Malasan memerankan Naya, seorang Ibu tunggal yang berjuang sepenuh tenaga untuk anaknya, Aksa (Jared Ali). Di tengah itu, Bagaskara (Ibnu Jamil), Ayah Aksa, berupaya untuk memperebutkan hak asuhnya.

Baca Juga | Film Jejak Arwah Rumah Belanda Menjadi Film Horor Yang Di Tunggu 2026

Di antara dinamika ‘perebutan’ hak asuh anak antara Naya dan Bagaskara, keduanya juga tetap berusaha selalu hadir untuk Aksa yang harus berjuang dengan kondisi penyakitnya. Bagaimana Naya dan Bagaskara menyingkirkan ego mereka dan tetap menjadi orangtua yang baik untuk Aksa, seperti sebuah cinta yang tanpa syarat?

Sementara itu, official poster Kupeluk Kamu Selamanya merefleksikan judul film ini, yang memperlihatkan sebuah pelukan hangat yang berarti. Sebuah pesan bahwa seorang Ibu juga boleh memperlihatkan kerapuhannya, dan membutuhkan dukungan sesama Ibu.

 

Kisah Hangat Cinta Tanpa Syarat yang tak Pernah Putus untuk Anak

 

Kupeluk Kamu Selamanya menjadi film layar lebar perdana Kuy Studios, di produseri oleh Dara Dwitanti dan aktris Dinda Hauw, sekaligus menjadi debut Dinda sebagai produser. Film ini di sutradarai oleh Pritagita Arianegara. Film ini juga menjadi kolaborasi perdana Sean Gelael dan Angga Dwimas Sasongko sebagai produser eksekutif.

Selain Hana, Ibnu Jamil, dan Jared Ali, film ini di bintangi oleh Fanny Ghassani, ⁠Nissy Meinard, Iyas Lawrence, ⁠Vonny Anggraini, ⁠Mario Irwinsyah, ⁠Yurike Prastika, dan ⁠Leroy Osmani.

 

“Film Kupeluk Kamu Selamanya sangat relevan dengan situasi yang juga banyak di hadapi oleh para Ibu tunggal dalam mengorbankan segalanya demi anaknya. Film ini juga ingin berbicara bagaimana anak juga terkadang bisa menjadi korban dari ego orang dewasa, dan ingin menjadi refleksi bagaimana peran orangtua memberikan cinta yang besar untuk anak,” ujar produser Dinda Hauw.

 

Cinta Tanpa Syarat, Kehilangan dan Kenangan

 

Bagi sutradara Pritagita Arianegara, Kupeluk Kamu Selamanya juga berbicara tentang kehilangan dan kenangan. Prita sendiri merupakan sutradara yang kerap melahirkan karya-karya dengan benang merah tema relasi ibu dan anak.

 

“Ketika menyutradarai film ini, saya sangat takjub dengan aktor cilik Jared Ali, bagaimana dia bisa membuat lawan mainnya, para aktor dewasa bisa menyampaikan situasi yang di hadapi. Bagi saya, itu berat, namun dia berhasil, dan film ini akan sangat emosional untuk penonton,” kata sutradara Pritagita Arianegara.

 

Hana Malasan, yang untuk pertama kalinya memerankan karakter Ibu tunggal dalam sebuah genre drama, memiliki tantangan baru. Sebelumnya, Hana lebih banyak di kenal dalam film-film genre seperti aksi hingga horor.

Hana menilai, untuk pertama kalinya ia menghadapi situasi ketika tantangan mental dalam berakting, dan merasa lebih berat bila di banding ia harus beradegan aksi pada film-filmnya yang lain.

 

“Aku sendiri memang belum menjadi Ibu. Tapi aku besar di lingkungan para Ibu, dan aku juga di besarkan oleh seorang Ibu. Jadi untuk referensi peran Naya di film ini, bisa kutemui di mana-mana, salah satunya Ibuku sendiri. Sebenarnya rasanya, kuatnya perjuangan seorang Ibu, dan bagaimana terkadang Ibu itu selalu di tuntut untuk sempurna, bahkan mungkin oleh diriku sendiri ketika aku kecil,” ujar Hana Malasan.

 

 

“Sepertinya Ibu akan selalu mau menjadi yang sempurna di mata anak. Mau seberapa susah pun situasinya, pasti akan berusaha sebegitunya, terutama untuk anaknya. Dan itu juga memang yang aku rasakan saat memerankan Naya di film Kupeluk Kamu Selamanya,” lanjut Hana.

Ibnu Jamil, yang menjadi Bagaskara di film ini, seorang Ayah yang harus berpisah dengan anaknya, menuturkan film Kupeluk Kamu Selamanya berupaya memotret realita kehidupan. Ia pun mengungkapkan, setelah menonton film ini penonton bisa semakin tumbuh empati terhadaap apa yang di lalui oleh orang lain.

Tonton Juga | Film Jejak Arwah Rumah Belanda adalah Film Yang Paling Menakutkan 2026

“Film ini tidak berusaha untuk menghakimi siapa pun. Di sini tidak ada karakter antagonis. Ini adalah potret kehidupan di mana situasinya tidak berpihak kepada karakter tersebut, bukan orangnya yang jahat. Saya berharap setelah menonton film ini penonton bisa lebih berempati dengan orang terdekat, jangan egois namun bisa lebih berempati,” tutur Ibnu Jamil.

14 thoughts on “Film Kupeluk Kamu Selamanya: Refleksi Luka dan Ketulusan Orang Tua

  1. Hai semua, saya menemukan blog Anda lewat Google ketika menelusuri subjek yang serupa, situs Anda muncul di bagian atas. Saya perlu mengatakan bahwa saya kagum seberapa baik penulisannya. Saya benar-benar menikmati membaca ini dan saya akan kembali untuk membaca lebih banyak. Terima kasih!

  2. I’m usually to blogging and i really respect your content. The article has actually peaks my interest. I’m going to bookmark your site and maintain checking for new information.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *